Simak Cerita Sang Putera Pendidikan Berbakat Jawa Timur 2021!

Formadiksi UM News – Mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) kembali mengukir prestasi yang membanggakan. Moch. Ilyas Mahardika, mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) angkatan 2018, berhasil membawa pulang predikat Putera Pendidikan Berbakat Jawa Timur tahun 2021 pada ajang Pemilihan Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur Tahun 2021. Ajang ini diselenggarakan oleh Pemuda Prestasi Indonesia Foundation dengan seluruh proses pemilihan dilaksanakan di Surabaya. Pemilihan Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur Tahun 2021 dilakukan dengan beberapa tahap, yakni pendaftaran secara online pada (15/2/2021), seleksi tahap I pada (21/3/2021), seleksi tahap II pada (28/3/2021), semifinal pada (11/4/2021), pra-karantina bagi peserta yang dinyatakan sebagai finalis pada (23/5/2021), karantina pada (29–30/3/2021), dan puncaknya yakni Grand Final pada (5/6/2021).

Kepada Reporter Formadiksi UM News, mahasiswa yang kerap disapa Ilyas, menyampaikan rasa syukur dan bahagianya atas prestasi yang telah ia raih. Meskipun baru pertama kali mengikuti ajang seperti ini, Ilyas sangat bangga dan bersyukur bisa sampai pada tahap final hingga menyabet predikat Putera Pendidikan Berbakat Jawa Timur tahun 2021. Tentunya, pencapaian yang telah Ilyas raih tidak lepas dari motivasinya untuk mengikuti ajang ini.

“Untuk ikut ajang ini, peserta diwajibkan memiliki inovasi di bidang pendidikan. Inovasi yang saya ajukan yakni dengan membuat platform website bernama Citra Konselor Sahabat Siswa Masa Kini (Ransel Sasimi), yang juga ditautkan dengan akun YouTube dan TikTok. Platform ini membahas tentang pentingnya BK di sekolah dan sebagai sahabat siswa, konseling online, standar kemandirian peserta didik, dan bimbingan online. Tujuannya untuk mengenalkan BK, serta mengubah citra masyarakat yang beranggapan bahwa BK adalah polisi sekolah. Itulah mengapa saya termotivasi untuk mengikuti ajang ini,” jelas Ilyas.

Dalam proses pemilihan Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur Tahun 2021 ini, Ilyas juga diwajibkan untuk mengikuti karantina selama dua hari setelah ia dinyatakan sebagai finalis. Kegiatan yang Ilyas lakukan selama masa karantina cukup banyak, yakni penampilan bakat, wawancara, dan penilaian lainnya. Dengan banyaknya kegiatan karantina, tentunya Ilyas harus membagi waktu dengan kegiatan perkuliahannya sendiri.

“Cara saya membagi waktu tetap dengan membuat skala prioritas, tetapi dengan lebih fleksibel. Mana yang lebih penting dan mendesak, itu yang saya kerjakan lebih dulu. (Dan) apapun yang saya kerjakan, saya menggunakan sistem kerja cerdas. Maksudnya, pekerjaan diselesaikan dengan cepat, tapi tetap berkualitas. Kemudian kita harus berani asertif, menolak ajakan-ajakan teman yang dapat menunda pekerjaan. Alhamdulillah, dengan sistem kerja cerdas yang saya terapkan, semua tugas baik kuliah dan ajang ini aman terselesaikan,” ungkap Ilyas.

Dari ajang ini, Ilyas juga menyampaikan bahwa banyak sekali hal-hal yang telah ia dapatkan. Mulai dari relasi, kekeluargaan, belajar mandiri, pergaulan, bagaimana caranya untuk saling memahami, karena di karantina Ilyas juga bertemu dengan orang-orang dari berbagai macam daerah dengan kepribadian yang berbeda pula, dan yang paling penting melalui ajang ini ia diberi kesempatan untuk mem-branding­ BK. Selain itu, dari ajang ini Ilyas juga menjadi lebih dikenal oleh beberapa pihak seperti para dosen jurusan BK UM, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, dan orang-orang sekitarnya.

Tidak hanya di kompetisi, perjuangan Ilyas menjadi Putera Pendidikan Berbakat Jawa Timur tahun 2021 masih terus berlangsung selama satu tahun ke depan. Dengan predikat yang telah ia raih, ada beberapa hal yang akan Ilyas lakukan.

“Dengan predikat ini tentunya saya harus bisa mem-branding pendidikan di Jawa Timur itu seperti apa, kemudian membangun personal branding khususnya tentang BK sendiri, baik di dunia nyata maupun di media sosial, mem-branding BK sebagai sahabat siswa sesuai inovasi yang telah saya ajukan, mengenalkan pentingnya bakat bagi siswa dan terus mengembangkan bakat itu sendiri. Lalu para Finalis Putera Puteri Pendidikan Jawa Timur Tahun 2021 ini juga akan tergabung dalam paguyuban. Nah, di paguyuban ini nanti juga akan ada berbagai program kerja tentunya terkait dengan pendidikan di Jawa Timur,” ujar Ilyas kepada Reporter Formadiksi UM News.

Dalam akhir sesi wawancara pada Selasa (8/6/2021), Ilyas menitipkan pesannya untuk mahasiswa penerima Bidikmisi dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah UM.

“Poin terpenting dalam hidup itu adalah menerima. Menerima diri kita, posisi kita itu apa, kita harus melakukan apa, serta tahu kekuatan dan keterbatasan kita. Setelah kita tahu kekuatan dan keterbatasan kita, kita bisa mengaktualisasikan diri sesuai potensi yang dimiliki dengan berusaha semaksimal mungkin. Untuk urusan hasil, kita serahkan pada Tuhan, yang terpenting adalah kita tetap mau berusaha. Kalaupun hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, kembali lagi kita harus menerima. Mari kenali diri, terima diri, tingkatkan potensi diri, untuk mahasiswa (penerima) Bidikmisi, berprestasi tiada henti,” tutup Ilyas. 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Reporter          : Della Fitriani

Editor              : Agnes Tiara Sabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *