Simak Perjuangan Para Mahasiswa Penerima Bidikmisi Penyabet Juara PIMNAS ke-33!

Simak Perjuangan Para Mahasiswa Penerima Bidikmisi Penyabet Juara PIMNAS ke-33!

Formadiksi UM News – Pengumuman juara dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-33 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada Sabtu malam (28/11/2020) di Universitas Gajah Mada secara daring (dalam jaringan), telah membuat para mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) menebar kabar baik atas prestasi yang ditorehkan pada ajang ini. Tak tanggung-tanggung prestasi yang diraih oleh mahasiswa penerima Bidikmisi UM pada PIMNAS ke-33 ini yaitu mulai dari medali perunggu, perak, hingga medali emas. Sudah penasaran dengan perjuangan para mahasiswa penerima Bidikmisi UM penyabet juara PIMNAS ke-33? Mari simak liputan Reporter Formadiksi UM News berikut!

Nanda Defi Aprilianto dari Fakultas Teknik angkatan 2016, Peraih Medali Emas Kategori Poster Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K)

“Jadi tim kami terbentuk dari seorang ketua Sunsya Putri Cahyaning Gusti, disusul dengan anggota-anggotanya yaitu Lhulu An-Nisa (mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2016), Muchamat Choirul Rozikin (mahasiswa penerima Bidikmisi angkatan 2016), dan Muhammad Syihab. Awalnya kami hanya mencoba submit proposal dengan dalih kesempatan terakhir sebelum lulus untuk keempat mahasiswa ini kecuali Syihabuddin yang masih angkatan 2019. Namun ternyata proposal kita tembus di pendanaan bahkan bisa tembus ke PIMNAS.”

Nanda juga  menceritakan perjuangannya bersama tim dalam proses meraih juara.

“Memegang amanah besar dan membawa nama almamater adalah suatu kebanggaan yang harus dimaksimalkan. Meskipun perasaan awalnya yang campur aduk antara senang, sedih, khawatir, dan terharu namun tekad tim kami yaitu selalu mencoba untuk optimis dan tidak ingin menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan. Sebelum tampil pada saat PIMNAS kami banyak sekali mendapat lika-liku yang memang harus kita lewati dan hal itulah yang membuat tim kami lebih solid dan siap tempur. Setelah banyak sekali luaran yang harus dimaksimalkan kami juga tidak lupa dengan yang namanya jalur langit. Karena memang itulah kekuatan yang di luar nalar kita. Kekuatan doa, solawat, dan restu orang tua, serta orang-orang di sekitar, kami berhasil meraih emas kategori poster. Sayangnya medali tersebut tidak menular di kategori presentasi. Kami sadar bahwa usaha dan ikhtiar kami sudah sangat maksimal hanya saja Tuhan belum mengizinkan. Tapi tidak apa-apa, kami berlima tetap tabah dan selalu bersyukur atas apa yang telah kita usahakan dan kita dapatkan. Saya pernah mendengar pesan dari seorang mentor saya, yaitu: saya berhenti bukan karena menyerah tapi saya berhenti karena telah berhasil.”

Intan Dilla Sabilah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2018, Peraih Medali Emas Kategori Poster PKM-K

“Saya dan tim selama persiapan untuk menuju PIMNAS kami kerahkan seluruh kemampuan yang tim kami miliki meskipun penuh tekanan, karena memang sangat-sangat terbatas ruangnya untuk pelaksanaan PIMNAS, yang seharusnya dilakukan secara luring (luar jaringan) kemudian berubah harus dilaksanakan secara daring dikarenakan pandemi Covid 19 ini. Dengan dukungan seluruh pihak yang menjadi semangat kami untuk memberikan yang terbaik untuk UM, termasuk peran UM dan Tim PKM Center UM yang dengan telaten membimbing seluruh kontingen UM termasuk kami sampai bisa meraih ini semua meskipun dengan waktu yang sangat singkat, sedangkan untuk persiapan mengatasi segala kendala adalah belajar dari kesalahan.”

Intan juga mengungkapkan harapan ke depan terhadap karya timnya yang berjudul Bottle Lab Barcoding Augmented Reality Wet/Dry Preserved Media Edukasi Berbasis Scientich untuk Generasi Milenial itu.

“Harapan dari tim kami untuk karya kami ini insyaallah akan kami realisasikan sebagai bisnis untuk media pembelajaran.”

Arfian Rizky Pratama dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2017, Peraih Medali Perunggu Kategori Poster PKM Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH)

“Perjuangan awal pada pembuatan proposal yang sebenarnya melakukan penelitian secara luring, karena pandemi tim kami harus mengubahnya secara daring dan harus mengubah metode penelitian. Semua itu merupakan tantangan khusus dalam proses menuju PIMNAS ke-33 yang untuk pertama kalinya dilakukan secara daring. Semua proses perjuangan tim kami mendapat dukungan penuh dari dosen pendamping, tim penalaran UM, dan Tim PKM Center, baik FMIPA maupun UM.”

Arfian juga berbagi cerita guna membangun kekompakan tim dalam menyusun karya mereka yang berjudul Penerapan Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows untuk Menyelesaikan Masalah Pendistribusian Mangga Podang di Kabupaten Kediri.

“Kita sering komunikasi lewat grup WhatsApp maupun Zoom, dan karena tim kami ini terdiri dari teman sekelas waktu SMP , ya jadi untuk kekompakan sudah terbentuk dari SMP.”

Fia Nurfitriana dari Fakultas Pendidikan Psikologi (FPPsi) angkatan 2018, Peraih Medali Perak Kategori Presentasi PKM-PSH

“Belajar dari kegagalan tahun lalu kalau saya. Dulu waktu maba saya ikut PKM, Alhamdulillah didanai, cuma memang belum rezeki untuk sampai PIMNAS. Tahun 2019 ada ajakan dari kakak tingkat, Mas Agung Minto Wahyu dari FPPsi untuk ikut sebagai tim di PKM-nya bersama dengan Mas Panji Galih Anugrah. Selang beberapa waktu, ternyata proposal kami didanai, dan saya beserta tim bersemangat untuk sampai menjadi Gold Medalist PIMNAS. Kami memiliki strategi sendiri, yakni kami tidak cepat puas. Kami merasa perlu untuk dikritik. Bagi kami sebelum sampai puncaknya biarlah berdarah-darah dulu. Biarlah terlihat celah demi celah tim kami agar tertutup celah itu saat berlaga. Di akhir pengumuman saya sempat drop. Namun rasa sakit, rasa lelah itu terbayar, Alhamdulillah kami mendapatkan silver medal dalam ajang kompetisi tersebut.”

Fia juga berbagi mengenai cara mengatasi kendala dan harapan ke depan terhadap karyanya bersama tim yang berjudul Analisis Mekanisme Coping Masyarakat Pasuruan dalam Menghadapi Fear of Crime terhadap Aksi Pembegalan.

“Cara mengatasi kendala empati, solidaritas, dan kerja ikhlas. Harapannya karya ini bisa diimplementasikan untuk mengatasi fear of crime masyarakat pasuruan utamanya.”

Nizi Hajar dari FMIPA angkatan 2017, Peraih Medali Perunggu Kategori Presentasi PKM Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-M)

“Awalnya kegiatan ini terinspirasi dari permasalahan ketika kami pengabdian pada 2 tahun terakhir di SDN 2 Ngadas, yang mana jadi sekolah binaan organisasi kami, GEMAPEDIA. Banyak yang kami korbankan dari segi waktu untuk persiapan PIMNAS, terkhusus kami ada yang angkatan 2016 dan 2017, jadi untuk penelitian dan skripsi juga diundur. Akan tetapi itu semua komitmen dari tim bahwa target kita harus menang dalam PIMNAS meskipun banyak yang dikorbankan. Oiya, bahkan setelah pendanaan, pulang tengah malam itu sudah jadi keseharian untuk mengerjakan luaran-luaran PIMNAS. Dan terakhir, selalu berdoa dan ditirakati dengan solat malam, solat Duha, juga puasa sunah. Selain ikhtiar, doa juga harus.”

Berdasarkan informasi yang didapat dari Nizi, dua anggota lain yang tergabung dalam timnya juga merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi UM, yakni Binti Faridatul Mufidah dari FEB angkatan 2017 dan  Rizal Wahyu Amrullah dari Fakultas Teknik angkatan 2016.

Selain itu, Nizi juga mengungkapkan harapan ke depan untuk karyanya bersama tim yang berjudul English Pop-Up Book Berbasis Audio-Lingual Method untuk Meningkatkan Keterampilan Bahasa Inggris Siswa SDN 2 Ngadas  ini.

“Harapannya kelak dapat benar-benar menciptakan produknya sehingga kebermanfaatannya benar-benar dirasakan mitra bahkan dapat disebarluaskan untuk pendidikan di Indonesia.”

Ajar Ihsya’ Faizah dari FEB angkatan 2019, Peraih Medali Emas Kategori Poster PKM Penerapan Teknologi (PKM-T)

“Tim saya dan para kontingen lainnya menjalani karantina kurang lebih selama satu bulan untuk persiapan PIMNAS ini. Pada awalnya terasa begitu berat, penyebabnya tidak lain adalah kondisi Covid-19 sehingga membuat sistem yang digunakan di PIMNAS 33 ini juga sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kami digembleng untuk menyiapkan segala persyaratan PIMNAS, berkali-kali revisi kami lakukan demi mendapatkan hasil terbaik, berbagai halangan mulai dari kendala sinyal, jarak, adanya anggota yang sakit karena kelelahan dan kesibukan lain para anggota juga turut mewarnai perjalanan menuju PIMNAS ke-33 ini. Di samping semua itu, segala doa dan upaya telah saya dan tim saya lakukan, untuk hasil akhirnya kami serahkan kepada Yang Maha Kuasa, Allah SWT. Dan alhamdulillah atas izin Allah SWT. dan dukungan dari orang tua, Bapak/Ibu dosen dan pembimbing, Tim PKM Center, sahabat, dan teman-teman, juga dukungan dari UM tercinta sehingga usaha kami membuahkan hasil medali emas kategori poster di ajang PIMNAS 33 ini.”

Tak hanya Ajar Ihsya’, namun Rafika Setyawan yang merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2019 juga tergabung dalam tim peraih medali emas kategori poster ini.

Nah, itu tadi liputan mengenai kisah perjuangan para mahasiswa penerima Bidikmisi UM yang berhasil menyabet juara PIMNAS bersama timnya. Semoga dapat menginspirasi ya sobat!

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Reporter          : Chantika Putri Ana

Editor              : Chantika Putri Ana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *