STUDENT MOBILITY 2018: TIGA MAHASISWA BIDIKMISI UNIVERSITAS NEGERI MALANG JADI DELEGASI SHORT STUDY KE NEGERI GAJAH PUTIH

MALANG – ‘Di luar dugaan.’ Demikianlah ungkapan singkat mahasiswa Bidikmisi S1 Pendidikan Matematika angkatan 2016, Indah Ramadhania Safitri pada Kamis lalu (9/08). Bersama empat mahasiswa lainnya yang menjadi delegasi Universitas Negeri Malang, ia berkesempatan mengikuti Student Mobility sejak 1-6 Agustus 2018 di negeri gajah putih, Thailand. Adapun dua dari empat mahasiswa yang menjadi delegasi bersama Indah tersebut merupakan mahasiswa penerima bantuan biaya pendidikan Bidikmisi UM pula, yakni Moch. Akbar Reno M. (S1 Kimia angkatan 2016) dan Permata Windra Deasmara (S1 Biologi angkatan 2016).
“Sebenarnya nggak kepikiran bakal lolos, soalnya ada seleksi interview yang pakai Bahasa Inggris itu. Sedangkan aku juga bukan bener-bener English speaker kan. Tapi pas tau lolos, yang jelas aku bersyukur banget dapat kesempatan kayak gini,” tutur Indah. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan interview pun terdapat seleksi tersendiri dari fakultas, di antaranya mengisi formulir pendaftaran, mengirimkan surat izin orang tua, dan juga keterangan hasil tes TOEFL.
Student Mobility merupakan salah satu program kerja sama antara Universitas Negeri Malang dengan perguruan tinggi di luar negeri. Pada pelaksanaannya program ini hampir sama dengan Student Exchange, namun masa studi Student Mobility jauh lebih singkat yakni sekitar tujuh sampai sepuluh hari saja. Adapun negara tujuan dari bentuk kerja sama ini adalah Malaysia dan Thailand.
“Awalnya milih ke Malaysia, tapi dari Malaysia belum ada kepastian. Terus ada info program 1st Global Entrepreneurship Camp di Suranaree University of Technology Thailand, jadi ikut yang di Thailand,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, delegasi Universitas Negeri Malang benar-benar mendapatkan berbagai pengalaman baru. Mereka berkesempatan untuk melakukan kunjungan ke Naplab, Rattanakosin Exhibition Hall, DTAC Accelerate, dan juga berkesempatan mengikuti workshop mengenai startup.
“Kegiatannya banyak, tapi ada satu kegiatan yang paling berkesan. Kegiatan di tanggal 3-4 Agustus. Karena kegiatan itu bener-bener workshop tentang startup, kita diajak bikin startup dalam satu tim. Timku sendiri ada 7 orang, Indo sama Thai. Kita bener-bener kerja, mikir bikin startup bareng-bareng. Apalagi ada language barrier kan, walaupun kita emang komunikasi pakai English tapi tetep agak susah soalnya ada logatnya juga,” jelas Indah ketika ditanya mengenai pengalaman paling berkesan.
Selain itu, mahasiswi kelahiran 6 Januari 1999 ini menceritakan pula tentang penghargaan yang didapat oleh delegasi Universitas Negeri Malang dari startup project tersebut.
“Dan waktu tanggal 5 itu kita investor pitching tentang startup kita. Alhamdulillah, kita dapat Honorable Mention Award. Dapat 2nd Runner Up juga timnya Hilda,” tambahnya.
Genaplah berbagai pengalaman beserta manfaat yang mereka dapat atas teraihnya penghargaan tersebut. Namun demikian, sebagai mahasiswa yang berintegritas dan peduli akan keadaan bangsa saat ini, ada gelora tersendiri yang muncul di jiwa mereka terhadap pembangunan bangsa.
“Sebagai seorang mahasiswa, pengalaman kayak gini itu bener-bener ada manfaatnya. Manfaat nyatanya itu ya pasti ilmu yang didapat selama workshop. Ada perasaan sadar kalau kita sebagai generasi selanjutnya bener-bener perlu ikut membangun Indonesia. Nggak perlu di semua bidang, cukup di bidang yang kita bisa saja. Dapat teman baru (apalagi global) dan bisa jalan-jalan itu bonus aja,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Indah menyampaikan harapannya untuk mahasiswa Bidikmisi, khususnya di Universitas Negeri Malang.
“Kalau kalian punya keinginan, lakuin aja. Jangan ditunda. Jangan lihat hasil, jangan sampai kalian ada penyesalan karena nggak sempat nyoba. Aku bilang gini bukan berarti aku ngelakuin semua yang tak pingin, cuma berdasarkan pengalaman saja. Tempat belajar memang memengaruhi kegiatan belajar kita. Tapi kalau kita selalu berusaha dan bikin kesempatan, di mana pun kita belajar pasti kesempatan kita buat berkembang juga terus ada.” (Amanatul Haqqil Ibad)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *