Tetap Produktif dan Mengembangkan Diri Lewat Debate Training Programme

Formadiksi UM News – Di era Adaptasi Kebiasaan Baru, dampak yang ditimbulkan akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) nyatanya masih sangat terasa, tak terkecuali pada sektor pendidikan. Dengan keterbatasan yang ada saat ini, mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) diharapkan tetap produktif dalam berkarya dan mengembangkan diri, salah satunya dengan mengikuti Program Pelatihan Debat atau Debate Training Programme (DTP).

DTP merupakan salah satu program kerja Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) yang dinaungi oleh Divisi Minat dan Bakat (Minbak). DTP menjadi salah satu kegiatan untuk mewadahi mahasiswa penerima Bidikmisi UM dalam menyalurkan bakat di bidang debat, mengingat ada banyak mahasiswa penerima Bidikmisi UM yang memiliki minat dalam bidang keahlian debat.

DTP sudah dilangsungkan sejak tahun 2018. Dalam rentang waktu tersebut, DTP telah banyak menghimpun dan melatih mahasiswa penerima Bidikmisi UM di bidang debat. Lantas bagaimanakah kesan dan manfaat yang dirasakan oleh peserta DTP pada tahun-tahun sebelumnya? Pada Minggu (2/8/2020), Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancarai narasumber dari peserta DTP tahun 2019, yakni Bustomi, mahasiswa penerima Bidikmisi Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Laksamana Prammana Agung, mahasiswa penerima Bidikimisi Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial.

“Program kerja DTP ini sangat seru dan menarik, banyak manfaat yang saya peroleh setelah mengikuti pelatihan,” tutur Bustomi.

“DTP 2019 memberikan kesan bagi saya, di mana dalam program ini kemampuan berargumen kita didukung dengan cara kita berpikir cepat. Program ini memberikan materi yang cukup lengkap dalam mempelajari debat sehingga memberikan kebermanfaatan bagi para pesertanya,” ungkap Prammana.

Kesan yang dirasakan oleh narasumber tidak terlepas dari manfaat yang dirasakan setelah mengikuti kegiatan DTP 2019.

“Kesan yang saya rasakan benar-benar seru, terutama dari mentor yang sangat asyik. Saya sendiri berasal dari rumpun ilmu saintek apalagi dari teknik yang memang jarang mempraktikan public speaking secara langsung. Bagi saya berada di DTP ini benar-benar improve sesuatu yang belum saya dapatkan. (Dan) Saya benar-benar mendapatkan ilmu seperti public speaking, relasi dan koneksi dengan teman-teman, dan cara menyampaikan gagasan secara ilmiah,” jawab Bustomi.

“Setelah mengikuti DTP saya lebih mampu memahami bagaimana caranya melakukan debat ilmiah, bukan hanya sekadar beradu argumen. Memahami setiap langkah dan strategi yang harus disiapkan ketika akan melakukan debat ilmiah. Semoga program ini tetap berjalan di tahun-tahun berikutnya,” ungkap Prammana.

Mengusung tema “Melatih Mahasiswa Penerima Bidikmisi untuk Kreatif dan Bernalar Tinggi dalam Bersuara sebagai Generasi Penerus Bangsa” DTP 2020 dikemas secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, sebagaimana yang dipaparkan oleh Acesa Maharddhika Prawira Kusuma selaku Ketua Pelaksana DTP 2020.

“Tentunya selain tema yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pada pelaksanaannya juga terdapat beberapa perbedaan yang signifikan. DTP 2020 akan dilaksanakan secara online via Google Meet dengan pertemuan sebanyak 8 kali yang tentu dapat memberikan pengalaman baru dalam berlatih debat secara online.”

DTP 2020 akan turut menghadirkan pemateri profesional untuk membimbing peserta pelatihan. Lantas selain pemateri profesional, adakah yang menarik dari DTP 2020 sehingga mahasiswa penerima Bidikmisi UM harus ikut serta dalam pelatihan ini? Berikut penuturannya.

“Peserta pelatihan nantinya akan dibimbing secara langsung oleh pemateri profesional yang akan melatih debat mulai dari nol sampai mahir dalam berdebat. Selain itu, banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh seperti ilmu yang bermanfaat, bagaimana cara menyampaikan pendapat atau cara berargumen (dalam debat) dengan baik dan benar, serta bagaimana cara menjadi pembicara yang baik dan benar, sehingga tidak menimbulkan salah paham dalam menyampaikan pendapat. Dengan mengikuti DTP 2020, peserta dapat menambah relasi dengan mahasiswa penerima Bidikmisi UM dari lintas program studi, jurusan, dan fakultas, serta nantinya beberapa yang terbaik akan didelegasikan untuk mengikuti lomba debat. Selain itu, yang paling menarik adalah peserta tidak akan dipungut biaya apapun dan akan mendapatkan e-sertifikat di akhir kegiatan,” tutur Mahar, Ketua Pelaksana DTP 2020.

Pesan dan anjuran kepada mahasiswa penerima Bidikmisi UM untuk mengikuti kegiatan DTP 2020 juga disampaikan oleh para narasumber.

“Untuk teman-teman mahasiswa penerima Bidikmisi UM, yuk join DTP 2020! Dijamin seru dan banyak manfaat yang diperoleh,” anjuran Bustomi.

“Teruntuk teman-teman mahasiswa penerima Bidikmisi UM, jangan lewatkan program Formadiksi UM yang satu ini. Selain meningkatkan kemampuan kita dalam berargumentasi, program ini pun memberikan kita relasi yang banyak untuk mengikuti lomba debat. Seru dan jangan sampai dilewatkan!” pesan dari Prammana.

DTP 2020 yang akan datang diharapkan dapat terlaksana dengan baik dalam segi pelaksanaan dan kebermanfaatan bagi mahasiswa penerima Bidikmisi UM.

“Harapannya adalah semoga kegiatan DTP 2020 dapat berjalan dengan lancar dan memenuhi target, serta tentunya dapat bermanfaat bagi peserta. Diharapkan setelah pelatihan ini berakhir, peserta DTP 2020 menjadi mahir dalam debat dan memanfaatkan ilmunya untuk hal positif di masyarakat dan juga mengharumkan nama universitas, salah satunya adalah dengan mengikuti kompetisi debat,” tutup Mahar.

Pendaftaran peserta DTP ini dibuka pada tanggal 10—29 Agustus 2020. Bagi teman-teman Bidikmisi UM yang belum mendaftar, yuk segera daftar! Mari kita bersama-sama tetap produktif dan mengembangkan diri lewat Debate Training Programme.

Bidikmisi! Berprestasi tiada henti!

Reporter : Elsa Fatmasari

Editor : Indra Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *