Tim Inggita Wimala Sabet Juara 2 Romance Valentine Dance 2019

MALANG, Formadiksi UM News – Gevin, demikianlah sapaan akrab salah satu Anggota Tim Kompetisi Romance Valentine Dance. Kompetisi tari ini merupakan kompetisi tahunan yang diselenggarakan oleh Taman Wisata Jatim Park. Adapun tempat pelaksanaan kegiatan, yakni di Jawa Timur Park 1. Berdasarkan informasi yang dipaparkan Gevin, penyelenggaraan kompetisi di tahun ini merupakan yang ke 9 kalinya.

“Jadi kemarin itu acara Romance Valentine Dance, acara yang rutin diselenggarakan oleh Taman Wisata Jawa Timur Park yang tahun ini penyelenggaraannya ke 9. Pada saat itu, saya dan teman-teman saya ikut di bidang tari tradisional,” papar Gevin pada kesempatan wawancara oleh Reporter Formadiksi UM News, Minggu (3/3/2019).

Kompetisi yang ditujukan untuk seluruh pemuda Indonesia ini berhasil ditaklukkan oleh Wecya Sugevin dan timnya, Tim Inggita Wimala dengan membawa Juara 2 kategori Tari Tradisional. Dengan membawakan Tari Gandrung Marsan, Gevin dan tim merasa bahwa tari tersebut sesuai dengan jiwa mereka. Alasan tersebut menjadi salah satu yang menguatkan dipilihnya Tari Gandrung Marsan ke panggung kompetisi.

“Kami kemarin nari Gandrung Marsan, itu berasal dari Banyuwangi. Tarian itu dipilih karena lucu, energik, dan kata teman-teman sih sesuai dengan jiwa-jiwa kami,” terang Mahasiswa Bidikmisi S1 Seni Tari dan Musik angkatan 2018 tersebut.

Anggota Tim Inggita Wimala berasal dari program studi yang sama, yakni Pendidikan Seni Tari dan Musik, antara lain Wecya Sugevin (Mahasiswa Bidikmisi), Saifudin Resbangun (Mahasiswa Bidikmisi), Getar Pramustya Gusti (Mahasiswa Bidikmisi), Feby Dwi Astria (Mahasiswa Bidikmisi), Rosalia April Yanti, Melania Febby Yunia Putri, dan Kiranti Ulfa Putri Rahayu. Tim Inggita Wimala mempersiapkan diri untuk kompetisi ini sekitar satu minggu lamanya.

“Kita persiapan cuma sekitar satu mingguan, mbak. Jadi ngebut istilahnya hehehe. Belajar dari 0 yang belum tahu sama sekali tariannya hehehe. Kebetulan tim saya teman satu angkatan PSTM (Pendidikan Seni Tari dan Musik) 2018,” ujarnya.

Berangkat dari inisiatif untuk mengikuti kompetisi ini, segala persiapan benar-benar dilaksanakan secara mandiri. Gevin dan tim belajar melalui video dan merancang semuanya secara bersama-sama. Ia mengaku bahwa dalam satu tim saling belajar dan membelajari teman yang lain.

“Kita latihan melihat video mbak dan merancang semuanya bersama-sama. Latihan paling ya cuma seminggu itu saja mbak hehehe saling belajar dan membelajari teman yang lain gitu mbak hehehe,” jawab mahasiswa asli Gunung Kawi tersebut.

Gevin sendiri sejak kecil telah menekuni bidang tari tradisional. Ia sempat memberikan informasi bahwa sejak Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar, dirinya sudah sering tampil menari.

“Kalau basic dari kecil sudah diikutkan latihan menari, mbak. TK, SD sudah sering tampil. Tapi sempat vacum selama kurang lebih lima tahun, hingga akhirnya SMP kelas 8 ikut latihan menari lagi dan sampai sekarang,” jelasnya.

Mahasiswa yang selalu mengembalikan segalanya pada niat dan tekad tersebut, memberikan pesannya untuk Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang agar tidak takut untuk memulai sesuatu yang sekiranya berat. Ia berkata bahwa di balik usaha yang besar akan menghasilkan sesuatu yang besar pula.

“Mari bersama-sama belajar dan jangan takut untuk memulai sesuatu yang sekiranya berat, karena di balik sesuatu yang besar dan diimbangi dengan usaha yang besar akan menghasilkan sesuatu yang besar pula,” tutupnya.

Reporter          : Amanatul Haqqil Ibad

Editor              : Andy Ihsan Putra dan Nadya Erawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *