Tips Sukses Juarai Kompetisi Kewirausahaan ala Austin Fascal Iskandar

Formadiksi UM News — Young Creative Idea merupakan salah satu perlombaan yang membuka kesempatan bagi para mahasiswa dari seluruh Perguruan Tinggi di Indonesia untuk menunjukkan aksi nyata mereka dalam mencegah dan menangani Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Perlombaan yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang (UM) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Center UM ini dibagi menjadi empat kategori lomba, salah satunya adalah kategori Kewirausahaan Kreatif. Dalam kategori lomba tersebut, Austin Fascal Iskandar, mahasiswa penerima Bidikmisi, Jurusan Teknik Elektro 2017, Fakultas Teknik UM turut berpartisipasi sebagai peserta.

Berkat doa dan usahanya bersama tim, Austin berhasil meraih Juara 2 dalam Lomba Young Creative Idea pada kategori Kewirausahaan Kreatif. Kira-kira, apa alasan di balik keputusan Austin memilih kategori lomba kewirausahaan kreatif dan seperti apa tips dari Austin untuk berkompetisi pada bidang kewirausahaan? Untuk mengetahui jawabannya, mari simak bersama hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News bersama Austin.

Menyiapkan Rencana Usaha dan Memaksimalkan Kerja Tim

Memilih kewirausahaan kreatif sebagai kategori lomba tentu sudah disesuaikan dengan kesiapan ide dan rencana usaha yang saya dan tim usulkan. Proposal rencana usaha yang dibuat merupakan hasil kerja tim yang terdiri dari saya, dua orang sahabat saya yaitu Hafizah Islami Rahmadina dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Rifki Fajar Fitrianto dari Fakultas Teknik (FT), serta Bapak Wahyu Nur Hidayat, S.Pd., M.Pd. selaku dosen pembimbing kami dari FT. Masing-masing sangat berpengalaman di bidangnya. Di samping itu, kategori kewirausahaan kreatif yang kami pilih berkaitan dengan judul yang kami usung yaitu PANG-LING: Penerapan Sistem Aplikasi Kemitraan ”Pedagang Kaki Lima Daring” Guna Kontrol Sosial di Situasi PSBB. Kami ingin menyejahterakan pedagang kaki lima dan mitra driver pengiriman barang, memudahkan masyarakat agar dapat melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sehingga meminimalisasi pelanggaran dan kekhawatiran terhadap paparan Covid-19, serta mendukung penekanan mata rantai penyebaran Covid-19. Alhamdulillah, hanya dalam hitungan hari, segala kebutuhan terkait proses seleksi dapat selesai dengan maksimal.

Perhatikan Kesesuaian Tema

Tema yang kami usung adalah ekonomi dan teknologi karena berkaitan dengan karya berbentuk aplikasi yang dapat memberikan dampak terhadap perekonomian bangsa. Selain itu, secara tidak langsung, karya kami juga berkaitan dengan penyesuaian pola perilaku sosial masyarakat untuk beradaptasi dengan kondisi di masa pandemi seperti penerapan protokol kesehatan pada saat diimplementasikannya rencana usaha ini, baik bagi mitra kami yaitu driver, pedagang kaki lima maupun tim pengembang sistem.

Tetap Semangat dan Antusias

Lomba yang diselenggarakan pada masa pandemi seperti sekarang ini membuat semua tahap penyusunan harus dilakukan secara online, mulai dari proposal, file Power Point, maupun proses desain purwarupa produk. Diskusi dilakukan melalui WhatsApp dan Google Meet. Meskipun terpisah jarak, semua anggota tim tetap bersemangat dan antusias mengikuti perlombaan ini, termasuk dosen pembimbing kami yang selalu ada untuk memberikan saran dan masukan yang membangun demi kelancaran proses seleksi. Terkadang, kendala muncul dari sambungan internet yang putus nyambung saat kami berdiskusi. Kondisi seperti ini sempat membuat tim kami merasa insecure karena seleksi final nanti dilakukan melalui presentasi secara online. Akan tetapi, semua kekhawatiran itu sirna dan berganti alhamdulillah karena proses seleksi final berjalan dengan lancar tanpa ada kendala.

Terus Belajar dan Jangan Takut untuk Mencoba

Sebenarnya hampir seluruh fakultas memiliki mata kuliah yang membahas seputar kewirausahaan, sebagai contoh Fakultas Teknik dengan Program Studi Teknik Informatika memiliki mata kuliah Technopreneur. Jadi, sedikit demi sedikit saya mempelajari kewirausahaan dari sana. Pemahaman saya terhadap dunia kewirausahaan bertambah ketika saya berkecimpung di dunia startup, contohnya KerabaTani yang telah saya dan teman-teman dirikan beberapa tahun lalu. Pemahaman tersebut semakin bertambah ketika dalam perlombaan ini saya memiliki anggota tim yang berasal dari FEB. Jadi, untuk teman-teman yang bidang keilmuannya tidak bernuansa ekonomi, jangan khawatir dan jangan takut untuk mencoba! Ada banyak jalan menuju Roma. Intinya, terus cari relasi baru, cari teman baru dari berbagai bidang keilmuan, serta jangan puas berada di zona nyaman. Terus perkaya pengetahuan dengan aktif mencari permasalahan untuk diselesaikan dan selalu up to date dengan berbagai informasi terkini.

Bidikmisi, Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter      : Syani Yemima Syahrul

Editor          : Chantika Putri Ana, Indra Setiawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *