TUNGGU HASIL PENGUMUMAN FULLPAPER, PESERTA LKTI MAHASISWA BIDIKMISI TINGKAT NASIONAL TAK SABAR BERLAGA DI MALANG

Malang – Kamis (02/8) pengiriman fullpaper Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) resmi ditutup setelah mengalami perpanjangan selama sehari. Terhitung Formadiksi UM memberikan tenggang waktu selama 51 hari sejak setelah pengumuman lolos abstrak pada Selasa (12/6) hingga adanya perpanjangan ini kepada peserta lomba untuk mengumpulkan fullpaper-nya. Perpanjangan ini dilakukan untuk memberi kesempatan bagi peserta yang belum mengirimkan fullpaper-nya.

“Karena kami (Formadiksi UM) memberi kesempatan untuk yang belum mengirim (fullpaper) sehingga (perlu) ada perpanjangan,” ujar Syari’atud Diniah yang merupakan Ketua Pelaksana LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional ini.
Selama proses pengumpulan fullpaper, peserta LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional yang dinyatakan lolos abstrak berbondong-bondong menghubungi narahubung untuk menanyakan berbagai macam topik yang berkaitan dengan lomba ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa peserta LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional jelas sangat bersemangat dalam membuat karyanya sehingga bisa segera mengirimkan fullpaper. Rupanya semangat yang menggelora ini tumbuh dikarenakan peserta lomba tidak sabar untuk segera tiba di Malang dan mempresentasikan karya yang telah mereka canangkan dalam fullpaper. Amirul Mei, selaku koordinator Sie Lomba memaparkan hal tersebut,
“Mereka sangat antusias mengikuti LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional ini dan tidak sabar menunggu hasil pengumuman fullpaper untuk terbang ke Malang untuk presentasi. Banyak peserta yang lolos abstrak pc (personal chat) saya bahkan terdapat peserta yang meluapkan antusiasnya melalui posting di IG (Instagram).”
Dengan terkumpulnya fullpaper dari mahasiswa Bidikmisi Nasional ini juga membuktikan bahwa mahasiswa Bidikmisi memiliki kemampuan untuk menuangkan gagasan kreatifnya sesuai tema yang telah ditentukan. Karya yang telah ditulis oleh peserta lomba bukan semata-mata hanya dalam bentuk karya tulisan yang tidak berkelanjutan namun dengan adanya karya-karya tersebut dapat diterapkan oleh bangsa ini untuk menunjang kemajuan negara Indonesia. Riduwan Prasetya, Koordinator dari Divisi Keilmuan dan Pengabdian yang merupakan divisi yang menaungi program kerja LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional menjelaskannya,
“Karya (fullpaper) yang masuk adalah bukti bahwa mahasiswa Bidikmisi memiliki ide-ide kreatif yang kemudian dituangkan dalam bentuk karya tulis ini. Saya yakin mahasiswa Bidikmisi memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan dalam kegiatan ini dan harapannya dapat diterapkan untuk kemajuan bangsa.”
Nantinya semua fullpaper yang telah diterima oleh Sie Lomba akan dikirimkan kepada juri. Dalam LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional ini ada tiga juri yang akan melakukan penilaian. Setelah fullpaper ada di tangan juri maka akan langsung dilakukan penyeleksian hingga didapatkan 15 finalis yang dinyatakan lolos dan berkesempatan mempresentasikan karyanya di Universitas Negeri Malang (UM) pada Jumat (24/8) mendatang.
“Jadi nanti (semua) fullpaper yang diterima oleh Sie Lomba akan langsung diserahkan ke tangan (ketiga) juri,” tutur Amirul Mei.
Adapun ketiga juri dari LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional sebagai berikut :
Dr. Heny Kusdiyanti, S.Pd, M.M merupakan Ketua Tim Penalaran UM
Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn merupakan Ketua Asosiasi Desain Grafis Indonesia (ADGI)
Sopingi, S.Sos, M.Pd merupakan Pemonev PKM Nasional
Pada tahap seleksi fullpaper ini, fullpaper yang lolos akan diumumkan di hari Jumat (10/8). Selanjutnya peserta lomba yang fullpaper-nya dinyatakan lolos akan melakukan tahap presentasi. Tahapan-tahapan ini diharapkan lancar dan tidak terdapat kendala apapun.
“Semoga nanti ketika tahap seleksi sampai pengumuman bisa lancar dan persiapan untuk tahap presentasi juga lancar tidak ada kendala apapun,” ujar Syari’atud.
LKTI Mahasiswa Bidikmisi Tingkat Nasional adalah sebuah kompetisi sehingga tidak bisa meloloskan semua fullpaper yang masuk. Semua fullpaper yang dikirimkan peserta adalah karya-karya yang terbaik. Akan tetapi dari hasil penyeleksian hanya akan dipilih 15 karya yang paling baik untuk diloloskan. Oleh karena itu, seuntaian kata-kata disampaikan oleh Ketua Pelaksana untuk memotivasi peserta yang fullpaper-nya belum berkesempatan lolos agar tidak berputus asa dan tetap semangat.
“Jangan putus asa (peserta yang tidak lolos) dan teruslah mencoba, masih banyak kesempatan di luar sana, yang terpenting yaitu mengasah terus kemampuannya,” tutur Syari’atud.
Riduwan Prasetya turut mengungkapkan pesan yang serupa,
“Bagi yang belum lolos, tetap semangat, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Kami tunggu karyanya lagi di kegiatan ini tahun depan.” (Khusnul Khotimah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *