Ukir Prestasi pada Kompetisi Karya Ilmiah Lima Bidang Mahasiswa MIPA

Ukir Prestasi pada Kompetisi Karya Ilmiah Lima Bidang Mahasiswa MIPA

 

 

Formadiksi UM News — Mewakili Universitas Negeri Malang (UM) pada kompetisi tingkat nasional, kali ini mahasiswa penerima Bidikmisi UM kembali menorehkan prestasi. Pada 6 Juli—6 Oktober 2020 lalu, Students Scientific Center Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmiahan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang atau yang biasa disingkat menjadi SSC FMIPA UNNES telah menyelenggarakan Kompetisi Karya Ilmiah Lima Bidang Mahasiswa MIPA. Kompetisi bertema Kontribusi Generasi Muda dengan Inovasi Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut merupakan kompetisi bersama antara SSC FMIPA UNNES dan dua belas perguruan tinggi MIPA lainnya yang tergabung dalam Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia. Fokus lima bidang yang diperlombakan terdiri dari bidang gagasan tertulis, penerapan teknologi, kewirausahaan, penelitian, dan artikel ilmiah. Diketuai oleh Achmad Nuril Ichsanul, mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM angkatan 2019, beranggotakan Rhisqi Bagus Cahyono, mahasiswa Jurusan Fisika FMIPA UM sekaligus berstatus sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi UM angkatan 2019, dan Muhammad Asroril Mubarok, Mahasiswa Jurusan Sistem Pembangkit Energi Departemen Mekanika dan Energi, angkatan 2019 Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), tim yang mewakili UM ini berhasil menyabet Juara 2 Bidang Artikel Ilmiah.

 

Pada Sabtu (10/10/2020), Reporter Formadiksi UM News telah mewawancarai Rhisqi Bagus Cahyono untuk mengetahui cerita lebih lengkap dari prestasi yang diraih oleh Rhisqi dan tim. Bagaimana kisahnya? Yuk, simak bersama liputannya!

 

Peringatan Dini Kebakaran Rumah Menggunakan Internet of Thinks Berbasis Logika Fuzzy merupakan judul artikel ilmiah yang saya dan tim usung. Artikel ilmiah tersebut membahas tentang peringatan dini terkait kebakaran menggunakan sistem internet of thinks berbasis logika fuzzy. Jadi, kami mendesain sebuah alat untuk mendeteksi kebakaran yang terjadi di perumahan padat penduduk, terutama yang ada di kota-kota besar. Apabila ada kebakaran, alat tersebut dapat memberikan tanda-tanda tertentu melalui buzzer. Itu akan membantu masyarakat untuk bisa mengetahui dan memonitor kondisi di rumah lewat notifikasi yang akan muncul pada website dan diteruskan ke telegram si empunya rumah. Alhasil, sebelum kebakaran mencapai tahap darurat, pemilik rumah akan segera mengetahuinya,” papar Rhisqi.

 

Keikutsertaan Rhisqi dan tim dalam kompetisi tingkat nasional, ternyata datang dari motivasi yang sederhana. Bagi Rhisqi pribadi, motivasi tersebut berasal dari keinginannya untuk keluar dari zona nyaman.

 

“Motivasi saya dalam mengikuti kompetisi ini adalah ingin mencoba hal baru dan keluar dari zona nyaman. Selama ini, saya hanya sibuk berkuliah dan berorganisasi. Dari dulu saya sudah memiliki mimpi untuk berprestasi, tetapi belum pernah memulai untuk merealisasikannya, rasanya sulit sekali. Nah, kejuaraan pada kompetisi tingkat nasional yang diadakan oleh SSC FMIPA UNNES menjadi permulaan sekaligus motivasi bagi saya untuk aktif mengikuti perlombaan lainnya,” tutur Rhisqi.

 

Di samping motivasi yang mendorong Rhisqi untuk mengikuti kompetisi, ia tak memungkiri bahwa banyak pula tantangan yang harus dihadapinya bersama tim.

 

“Tantangan yang pasti muncul adalah dari bagaimana tim saling berkoordinasi karena segala sesuatunya dilakukan secara online. Selain itu, salah satu anggota tim merupakan mahasiswa dari luar UM sehingga tantangan utama adalah tentang menemukan cara yang tepat untuk saling berkoordinasi. Bagaimana cara mengatasinya? Tentu dengan saling memahami dan aktif berkomunikasi via WhatsApp maupun Google Meet. Apalagi menjelang jadwal presentasi, kami beberapa kali berlatih di Google Meet untuk menyelaraskan pemikiran, pendapat, dan sebagainya,” ungkap Rhisqi.

 

“Terlepas dari semua tantangan itu, tentu saya sangat bersyukur kepada Allah SWT karena prestasi yang saya peroleh bersama tim memang benar-benar di luar dugaan. Saya merasa senang dan bangga dapat meraih hal tersebut setelah sebelumnya mengalami sekian banyak kegagalan,” sambungnya.

 

Walau sempat mengalami sekian banyak kegagalan, Rhisqi tetap mampu untuk bangkit dari kegagalan itu dan berani memulai kembali semangat dalam menggapai prestasi. Apa rahasianya?

 

“Saya sering gagal dalam berbagai aspek kehidupan. Namun, menurut saya hal tersebut wajar karena memang hidup tidak selamanya menempatkan kita pada posisi atas. Kuncinya adalah jangan menyerah! Apabila lelah, istirahatlah sejenak. Jangan lupa untuk mengatur skala prioritas dan mendata hal-hal apa yang ingin kita raih sehingga satu persatu hal yang hendak kita raih tersebut dapat tercapai,” jawab Rhisqi.

 

“Motto hidup saya adalah menjadi orang yang ‘bertakwa, berkarya, berguna’. Bertakwa adalah tentang bagaimana hubungan seorang hamba kepada Tuhannya. Hal itu harus selalu dijaga dan terus menerus diperbaiki. Kemudian berkarya. Apa yang saya miliki akan saya gunakan untuk dapat berkarya, membaca situasi, dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar sehingga dapat berguna. Jadi, apa yang saya perbuat bukan hanya bermanfaat bagi diri saya sendiri, melainkan juga dapat bermanfaat untuk orang lain serta masyarakat umum,” tutupnya.

 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter      : Syani Yemima Syahrul

Editor          : Chantika Putri Ana

 

 

 

 

 

 

 

One thought on “Ukir Prestasi pada Kompetisi Karya Ilmiah Lima Bidang Mahasiswa MIPA”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *