Unik dan Penuh Tantangan: Lika-Liku Jawara UM Dalam LIDM 2019

Formadiksi UM News – Kembali mengharumkan nama almamaternya, Tim Delegasi Universitas Negeri Malang berhasil membawa pulang dua prestasi dalam Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) Tahun 2019. Dua prestasi tersebut antara lain Juara 2 LIDM 2019 kategori Poster Instagram dan Juara 3 LIDM 2019 kategori Kreasi Materi Pendidikan. Menilik lebih jauh dengan dua tim jawara ini, Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancarai Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang dari masing-masing tim. Berikut informasinya.

Tentang LIDM sendiri.

LIDM atau kependekan dari Lomba Inovasi Digital Mahasiswa merupakan gelaran kompetisi tingkat nasional untuk para mahasiswa guna mendorong terwujudnya Education 4.0, Suistanable Development Goals (SDGs), dan penghormatan gender dalam kehidupan perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di kalangan para mahasiswa dan dosen. Kompetisi ini digelar oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Terdapat empat divisi (kategori) dalam LIDM 2019.

LIDM sendiri dibagi menjadi 4 divisi lomba, antara lain Divisi I: Inovasi Teknologi Digital Pendidikan, Divisi II: Kreasi Materi Pendidikan, Divisi III: Kreasi Video dengan tema Sustainable Development Goals (SDGs), dan Divisi IV: Poster Instagram dengan Tema Penghormatan Gender.

LIDM telah dibuka pendaftarannya sejak Juli hingga September lalu dengan pelaksanaan final pada pertengahan November 2019.

Kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi gelaran pertama pada tahun 2019 dengan bertempat di Universitas Negeri Yogyakarya (UNY). Terhitung sejak Juli lalu, LIDM telah dibuka pendaftarannya hingga bulan September. Adapun  pelaksanaan final LIDM dilaksanakan pada pertengahan November lalu (15/11/2019) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Dua tim jawara kali ini masing-masing berasal dari Fakultas Ilmu Sosial (FIS) dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Juara 2 LIDM kategori Poster Instagram dengan judul “Pencegahan Pelecehan Seksual”, Tim AACP: Abdul Fatah (Ketua/Mahasiswa FIS angkatan 2018), Anastasia (Anggota/Mahasiswa FIS angkatan 2018), Cindy Sintia (Anggota/Mahasiswa Bidikmisi FIS angkatan 2018), Putri Nur Fahrianti (Anggota/Mahasiswa FIS angkatan 2018).

Juara 3 LIDM kategori Kreasi Materi Pendidikan berjudul “Villa-Chem: Virtual Laboratory on Analytical Chemistry Terintegrasi Android sebagai Pengembangan Inovasi Media Pembelajaran pada Praktikum Pemisahan Kimia”, Tim Kimia UM II: Deni Ainur Rokhim (Ketua/Mahasiswa FMIPA angkatan 2016), Muhammad Roy Asrori (Anggota/Mahasiswa Bidikmisi FMIPA angkatan 2016), Muchammad Musleh Kadafi (Anggota/ Mahasiswa Bidikmisi FMIPA 2016), dan Ardian Arifka Widyananta (Anggota/ Mahasiswa FMIPA angkatan 2017) dari jurusan Kimia UM.

Tim AACP (FIS): Berangkat dari tugas, dibarengi rasa gigih, akhirnya membuahkan sebuah prestasi.

TIM AACP JUGA SIAPKAN ORASI DALAM DIVISI POSTER LIDM.

“Lombanya membuat poster penghormatan gender, kami memilih judul “Pencegahan Pelecehan Seksual”. Dari poster yang sudah dibuat kita harus berorasi, jadi kita juga harus membuat naskah orasi,” jelas Cindy saat diwawancarai Reporter Formadiksi UM News pada Minggu lalu (24/11/2019).

POSTER TIM AACP MERUPAKAN SALAH SATU TUGAS UTS KETIKA ITU.

“Karena awalnya hanya untuk memenuhi tugas UTS jadi buatnya poster juga asal-asalan dan kita gak nyangka sama sekali kalau bakal lolos. Karena di kelas juga banyak kelompok lain yang desain posternya lebih bagus. Poster dari UM mengirim 14 tim dan yang lolos ada 2 tim yang salah satunya adalah tim kami (AACP),” jelasnya.

TIM AACP MENDAPAT BERBAGAI KRITIK SAAT LATIHAN PRESENTASI.

“Jadi pas pertama kali latihan presentasi, tim kami benar-benar dikritik mulai dari gaya presentasi yang masih kaku, poster yang kurang menarik, filosofi poster yang kurang. Akhirnya dari sana kami mulai memperbaiki naskah orasi, karena sudah tidak memungkinkan untuk memperbaiki poster. Pesan dari salah satu pelatih, ‘Karena poster sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki, setidaknya kalian harus memperbaiki orasinya, ya cuma itu yang bisa diperbaiki’, jadi setelah itu kami memperbaiki naskah dan berlatih sebaik mungkin,” terang Cindy.

Tim Kimia UM II (FMIPA): Silih bergantinya tantangan dan uji kesabaran mengantarkan tim capaian prestasi.

TIM KIMIA UM II ANGKAT PRAKTIKUM PEMISAHAN KIMIA DALAM KREASI MATERI PENDIDIKAN INI.

“Jadi, saya dan tim masuk dalam Divisi 2, Kreasi Materi Pendidikan. Kami mengkreasikan pembelajaran praktikum dengan bantuan virtual lab berbasis Android, kebetulan pada praktikum pemisahan kimia,” terang Roy dalam kesempatan wawancara, Minggu (24/11/2019).

BERMULA DARI SEKAWAN PEJUANG SKRIPSI BERLANJUT KE KOMPETISI.

“Awal mula ikut lomba ini, karena atas inisiatif dari ketua tim, dimana pembentukan tim ini berawal dari kebersamaan dalam 1 bimbingan skripsi oleh Dr. Hayuni Retno Widarti, M. Si., atas izin beliau, kami mengikuti lomba ini.”

“Dalam senggang waktu yang sibuk dengan KKN, KPL, kami berempat menyiapkan proposal untuk ikut LIDM ini. Awal mula penyusunan proposal ini, sendiri juga ada kendala, mbak. Kami harus punya rancangan aplikasi ini, virtual lab. Pada saat pengajuan, tim kami tidak ada yang ahli membuat aplikasi, sehingga kesulitannya pada seberapa besar dan upaya untuk memaksimalkan ide, agar dapat lolos sampai juga dengan upload video,” tambah Roy.

TANTANGAN BARU TERUS MUNCUL DI SETIAP CAPAIAN TAHAP KOMPETISI, HINGGA SAAT JADI FINALIS.

“Alhamdulillah, diberi kesempatan untuk jadi finalis. Namun yang berat, bagaimana aplikasi ini benar-benar jadi dengan hasil yang bagus. Maka, kondisi tersebut mendorong tim untuk mencari tim pengembang dari Fakultas Teknik UM. Kami membuat kesepakatan dengan mahasiswa tersebut, untuk menyelesaikan proyek ini sampai pada babak final nanti,” terang Roy.

“Proses penyelesaian aplikasi, ini, tidak lepas dari cobaan untuk sabar, tenang, dan terus berdoa. Kami menemui banyak cobaan untuk sabar, di mana aplikasi dalam waktu H-1 minggu belum jadi. Tentunya tanpa keikhlasan, sabar, dan syukur, ndak ada perjuangan ini sampai ke babak final dan juara,” tuturnya.

Teman-teman Bidikmisi: Ayo terus semangat untuk berprestasi, hasilkan karya terbaik untuk nusa dan bangsa!

Di akhir wawancara, Cindy dan Roy menyampaikan pesannya  untuk Mahasiswa Bidikmisi agar senantiasa berprestasi.

“Pesan untuk Mahasiswa Bidikmisi, Anda adalah pilihan negeri ini. Ingatlah amanah penderitaan rakyat Indonesia jika negeri ini belum menjadi negari yang maju. Berusahalah selagi mampu dan banyak kesempatan. Kerjakan, imbangi ilmu pengetahuan dengan iman takwa, hasilkan karya terbaik untuk nusa bangsa,” pesan Roy.

Cindy menambahkan pesan semangat singkat untuk Mahasiswa Bidikmisi juga agar senantiasa berprestasi.

“Teman-teman Bidikmisi, ayo semangat untuk terus berprestasi!”

Bidikmisi, Berprestasi Tiada Henti! Semoga menginspirasi!

 

Reporter          : Nadya Erawati

Editor              : Amanatul Haqqil Ibad

One thought on “Unik dan Penuh Tantangan: Lika-Liku Jawara UM Dalam LIDM 2019”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *