Wisuda 91, Bidikmisi Sumbang Prestasi Baru

Malang – Tepuk tangan meriah terdengar riuh dari Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang (24/2). Sorak sorai dan ucapan selamat saling bersahutan dalam gedung megah tersebut.  Sebanyak kurang lebih 1300 mahasiswa Universitas Negeri Malang, resmi diwisuda pada hari itu. Prosesi demi prosesi berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya. Tak hanya meninggalkan sebongkah memori tentang prosesi, juga tak sekedar mengantarkan para wisudawan-wisudawati untuk mengenang perjuangan dan pengalaman yang telah terajut rapi.

Setiap rangkaian kegiatan dalam suatu acara tentu mempunyai makna tersirat yang bisa diambil hikmah dan manfaatnya. Dalam prosesi wisuda, pembacaan wisudawan peraih prestasi terbaik merupakan momen yang sangat ditunggu-tunggu sekaligus motivasi terbesar bagi siapapun yang mendengarkannya. Adapun penghargaan-penghargaan tersebut diberikan kepada wisudawan peraih prestasi akademik terbaik dari tiap-tiap fakultas, jenjang pendidikan, hingga tingkat universitas. Selain itu, diberikan pula penghargaan bagi wisudawan peraih prestasi non-akademik terbaik pada tingkat universitas.

Dari sekian nama yang disebutkan, terdapat dua nama wisudawan yang saat itu tidak hanya membanggakan fakultas, universitas, maupun orangtua. Dua nama tersebut juga membanggakan keluarga besar Formadiksi Universitas Negeri Malang.

Yovi Maswandi Antoro, demikianlah nama yang disebutkan MC (Master of Ceremony) sebagai peraih prestasi akademik terbaik Fakultas Ilmu Keolahragaan. Mahasiswa kelahiran Banyuwangi ini sejatinya tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik saja. Lulus 7 semester dengan total IPK 3,71 yang didapatkannya juga selaras dengan kejuaraan-kejuaraan yang telah diraih mulai tahun 2014 hingga 2017 lalu. Adapun beberapa kejuaraan satu tahun terakhir ini antara lain, juara 2 Kumite Beregu dalam kejuaraaan UNS Cup se-Asia Tenggara, juara 1 Kumite Beregu Putra POMDA, dan juara 3 Kumite Beregu Unesa Cup II se-Jawa Timur.

“Saya tidak pernah menargetkan menjadi mahasiswa akademik terbaik untuk fakultas, saya hanya melakukan yang terbaik yang saya bisa. Sebenarnya saya malah menargetkan untuk bisa berprestasi di non-akademik, tapi saya tidak tahu bagaimana cara mendaftarkan prestasi saya ke bagian pusat.” tuturnya.

Selain unggul dalam prestasi akademik dan non akademik, mahasiswa yang aktif dalam UKM Inkai ini juga pernah menggeluti beberapa kepanitiaan di bidang olahraga. Dilihat dari pencapaian-pencapaian besar tersebut, ternyata Yovi memiliki motivasi terbesar untuk bisa terus menjadi yang terbaik. Baginya, motivasi terbesar tersebut adalah orang tua. Ia selalu ingin membanggakan kedua orang tuanya dengan kemampuan-kemampuan yang dimilikinya.

Usaha tidak akan mengkhianati hasil. Merupakan kalimat yang amat bermakna baginya. Kalimat yang ia dapat dari owner kerjanya tersebut, ia implementasikan baik dalam belajar, bermasyarakat, maupun dunia kerja. Kiranya berbagai pengalaman dan pembelajaran memang telah begitu banyak dilalui. Getir pahitnya kehidupan kampus juga pasti telah dirasakan.

“Jangan minder untuk berkarya, semangat dan tetap berusaha karena usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil.”

Demikianlah tuturan kata terakhir sebagi pesan darinya untuk adik-adik tingkat yang masih berjuang di Universitas Negeri Malang, khususnya penerima bantuan Bidikmisi.

Melangkah pada alumni pengharum Bidikmisi selanjutnya ialah Octaviana Kusuma Lestari. Tidak jauh berbeda dari Yovi, Octa juga merupakan wisudawan peraih prestasi akademik terbaik tingkat fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi. Istimewanya, Octa tidak hanya berhasil mengharumkan nama di tingkat fakultas saja. ia juga mengharumkan nama fakultasnya tersebut hingga ke tingkat universitas. Mahasiswa asli Tulungagung ini lulus 7 semester dengan total IPK 3,93.

“Alhamdulillah, berasa nggak nyangka. Semoga ini bisa membuat orang tua bangga.” ucapnya.

Di balik pencapaian besarnya, Octa memiliki prinsip tersendiri. Baginya, jangan mengacu hanya pada nilai. Sebab, faktor yang menentukan nilai tidak hanya berasal dari diri sendiri saja. Do the best. Setelah berusaha, sudah ada yang menentukan. Selagi mampu, sudah sepatutnya mengerjakan sebaik mungkin.

Selain prinsip, Octa juga memiliki ciri khas dalam belajar. Octa mengaku terbiasa dengan target. Semakin ia memiliki banyak target dan kegiatan baik kuliah maupun non-perkuliahan, ia semakin bisa melaksanakan dan memenuhi timeline tersebut. Maka dari itu, tak hanya akademik saja yang bisa ia raih dalam pengalaman kuliahnya. Octa juga aktif di organisasi daerah Forum Alumni SMK se-Tulungagung (FORASTA), pernah menjadi Penanggung Jawab Jurusan Ekonomi Formadiksi UM, dan mengikuti kepanitiaan-kepanitiaan khususnya pada bidang ekonomi di Universitas Negeri Malang. Selain aktif pada organisasi dan kepanitiaan, sejak semester 5 ia telah bergelut di dunia kerja, yakni mengajar.

Seperti Yovi, salah satu motivasi belajarnya adalah orang tua. Selebihnya, ia menuturkan bahwa Bidikmisi juga merupakan alasannya untuk terus maju. Ia ingin semua orang tahu bahwa mahasiswa Bidikmisi mampu untuk selalu berprestasi.

“Saya bersyukur pernah menjadi bagian dari Bidikmisi, khususnya keluarga Formadiksi UM. Selain kepengurusannya yang sangat terstruktur, kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan selalu mengacu pada upgrading mahasiswa Bidikmisi.” jelasnya.

Di akhir kalimat, Octa juga menyampaikan sebuah pesan untuk tetap semangat, agar tidak lelah dalam berproses, sebab perjalanan masih panjang. Baiknya untuk memperbanyak pengalaman dan hal-hal positif, serta berusaha untuk membuahkan manfaat bagi orang lain. Yang jelas, haram untuk menyerah sebelum mencoba. (amn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *