Wisuda ke-99 dan ke-100, Mahasiswa Bidikmisi Raih Predikat Lulusan Terbaik

MALANG, Formadiksi UM News – Wisuda ke-99 dan ke-100 telah berlangsung di Graha Cakrawala pada Sabtu dan Minggu (5-6/10/2019). Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) berhasil menjadi Lulusan Terbaik Nonakademik Wisuda UM ke-99 dan Lulusan Terbaik Akademik Wisuda UM ke-100. Hal tersebut tentunya didapatkan dengan perjuangan totalitas sebagai Mahasiswa Bidikmisi UM baik dalam meraih prestasi akademik maupun prestasi nonakademik.

Mahasiswa Bidikmisi yang berhasil menjadi Lulusan Terbaik Wisuda UM ke-99 dan ke-100 tersebut membagikan motivasi berprestasinya kepada Reporter Formadiksi UM. Check it out!

Indra Febrianto, S.Pd, Lulusan Terbaik Nonakademik Wisuda UM Ke-99 (Program Studi Sarjana Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi).

“Orang tua memang menjadi motivasi terbesar saya. Karena sudah tidak terhitung lagi berapa besar perjuangan dan pengorbanan mereka di awal tahun saya kuliah,” ungkap Indra.

“Setelah mendapat Bidikmisi dan bisa mendapat uang sendiri buat hidup, sudah saatnya saya membayar hutang itu kepada beliau. Meskipun memang itu masih sangat jauh dari pengorbanan dan perjuangan mereka. Tapi setidaknya saya bisa melihat Ibu dan Bapak saya bahagia saat duduk di undangan Very Important Person (VIP) dan ikut menerima penghargaan di panggung Graha Cakrawala yang begitu megah,” tambahnya.

“Inti yang paling penting adalah terus lakukan apapun yang kamu suka karena setiap orang punya jalan suksesnya. Bukan masalah seberapa banyak uang yang kamu punya, bukan masalah seberapa tinggi derajat orang tua kamu, tapi tetang seberapa besar manfaat yang kamu berikan kepada orang lain,” tutupnya.

Dian Fatma Supriyanti, S.Pd, Lulusan Terbaik Akademik Wisuda UM ke-100 dengan IPK 3.92 lama studi 8 semester (Program Studi Sarjana Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomi).

“Sedikit cerita awal kuliah saya berambisi untuk mendapatkan Indeks Prestasi (IP) terbaik, namun lambat laun IP tersebut membebani saya hingga saya sempat beberapa kali drop, sakit hingga masuk UGD (Unit Gawat Darurat),” ujar Dian.

“Setelah itu saya merubah niat awal untuk diberikan kemudahan dan kelancaran dalam kuliah serta bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua dan guru-guru saya. Berapapun IP yang saya peroleh itu merupakan hasil dari usaha saya, saya tidak lagi memikirkan harus mendapatkan IP yang sempurna,” tambahnya.

“Karena saya yakin Allah tahu apa yang terbaik untuk saya. Yang terpenting saya melakukan usaha terbaik yang bisa saya lakukan untuk hasil saya serahkan pada Allah. Qadarullah Allah memberikan hadiah terbaik yang bisa saya berikan kepada orang tua, guru-guru saya, dan teman-teman saya yang selama ini telah menjadi my support system,” tutupnya dengan haru.

Banyak hal yang dapat memotivasi kita untuk berprestasi. Bisa motivasi diri sendiri, orang tua maupun orang lain. So, jangan ragu lagi untuk terus berprestasi di segala bidang! Selalu menjadi Mahasiswa Bidikmisi yang terus berjuang, pantang menyerah dan, berprestasi di bidang kita masing-masing. Tentunya selalu semangat!

Bidikmisi, berprestasi tiada henti!

 

Reporter          : Nadya Erawati

Editor              : Zainur Roziqin dan Amanatul Haqqil Ibad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *