Di ruang sidang yang tenang,
gagasan lahir dari hati yang jernih.
Tentang dasar berdiri bangsa,
yang bukan milik satu golongan saja.
Lima sila disusun perlahan,
menjawab harapan, menjembatani perbedaan.
Bukan untuk diagungkan berlebihan,
tapi untuk dijalankan dalam keseharian.
Pancasila bukan sekadar ucapan,
ia pedoman dalam keputusan.
Untuk hidup bersama dalam adil dan damai,
meski kita berbeda rupa dan pandang.
Setiap 1 Juni kita ingat kembali,
akar yang menegakkan negeri ini.
Semoga tak hanya dikenang,
tetapi terus diamalkan sepanjang zaman.
