Resensi Film “Pantja-Sila Cita-Cita dan Realita”

Judul Film: Pantja-Sila Cita-cita dan Realita

Penulis Naskah: Atiqa Hanum

Durasi Film: 78 menit

Prosedur: Adenin Adlan

Perusahaan Produksi: Djarum Foundation

Pemain Film: 

  • Tio Pakusadewo
  • Wicaksono Wisnu Legowo
  • Jantra Suryaman
  • Teuku Ryan Wikana

Tahun Produksi : 2016

Sinopsis Film

Film “Pantja-Sila Cita-cita dan Realita” adalah sebuah film dokumenter yang menguak realita tersembunyi di masa lampau yang  bisa mengubah sejarah pandangan hidup manusianya. Sebelum kemerdekaan Soekarno telah mengungkapkan prinsip suatu negara bernama Pantja-Sila.

Dua laki-laki indonesia, Tyo Pakusadewo dan Tino Saroengallo berusaha mengkreasikan sebuah pidato Bung Karno tentang lahirnya Pantja-Sila yang diusulkannya. Gagasan dan pemikiran yang diungkapkan Bung Karno dalam orasinya tanpa teks, pada sebelum disepakati sebagai dasar negara dihadapan Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), 1 Juni 1945.

Keunggulan Film

Film “Pantja-Sila Cita-cita dan Realita” adalah film yang cukup menarik dalam beberapa aspek : 

  1. Penggambaran sejarah yang mendalam

Film ini  menawarkan wawasan mendalam tentang sejarah Pancasila, bagaimana ideologi ini dirumuskan, dan memberikan pengetahuan yang banyak bagi penonton yang ingin memahami sejarah indonesia.

  1. Narasi yang Kuat dan Informatif

Narasi dalam film ini disajikan dengan jelas dan terstruktur, membantu penonton untuk mengikuti alur sejarah dan peristiwa yang dibahas dengan mudah.

  1. Aktor dan Dokumentasi Bersejarah

Penggunaan arsip aktor dan dokumentasi bersejarah memberikan keaslian dan konteks yang kuat, membantu penonton untuk lebih merasakan suasana pada masa-masa tersebut.

Kekurangan Film

Selain memiliki beberapa keunggulan, film “Pantja-Sila Cita-cita dan Realita” juga memiliki beberapa kekurangan, di antaranya sebagai berikut. 

  1. Bias Naratif

Seperti banyak film dokumenter sejarah, “Pantja-Sila: Cita-Cita dan Realita” mungkin memiliki bias naratif tertentu, terutama jika diproduksi oleh pihak dengan agenda politik tertentu. Hal ini bisa mempengaruhi objektivitas penyampaian informasi.

  1. Terlalu Fokus pada Periode Tertentu

Jika film ini terlalu fokus pada periode tertentu tanpa memberikan gambaran yang lengkap tentang evolusi Pancasila dari masa ke masa, penonton mungkin tidak mendapatkan gambaran yang utuh tentang penerapan Pancasila dalam berbagai era pemerintahan.

  1. Kurangnya Sudut Pandang Berbeda

Film ini mungkin tidak cukup mengeksplorasi sudut pandang lain atau kritik terhadap Pancasila, sehingga penonton hanya mendapatkan satu sisi cerita saja.

Pendapat Pribadi

Sebagai seorang yang menghargai pentingnya memahami sejarah dan ideologi suatu negara, saya melihat film “Pantja-Sila: Cita-Cita dan Realita” sebagai karya yang sangat penting dan bermanfaat. Film ini berhasil menghadirkan kembali ke permukaan diskusi tentang Pancasila, sebuah ideologi yang menjadi dasar negara Indonesia, dan bagaimana penerapannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

Rekomendasi

Film “Pantja-Sila: Cita-Cita dan Realita” adalah film dokumenter yang sangat direkomendasikan bagi siapa saja yang ingin memahami lebih dalam tentang ideologi Pancasila dan sejarah Indonesia. Dengan menonton film ini, Anda tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tetapi juga diajak untuk berpikir kritis tentang bagaimana nilai-nilai Pancasila diterapkan dalam konteks modern. Pastikan untuk menontonnya dengan pikiran terbuka dan siap untuk berdiskusi lebih lanjut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *