Aktualisasi Formadiksi UM Melalui Eksistensi dan Esensi Sebagai Organisasi Bagi Mahasiswa Bidikmisi UM

Secara teoritik, mahasiswa merupakan insan akademisi yang sedang menuntut ilmu, baik di program studi strata maupun diploma. Mahasiswa memiliki sifat-sifat atau karakteristik yang berbeda dengan peserta didik lainnya, misal siswa. Oleh karena usia dan kematangan berpikirnya, mahasiswa cenderung menjadi seorang yang intelek, rasional, inovatif, idealis, kreatif, kritis, revolusioner, dan tentunya lebih dewasa dibandingkan dengan siswa pada jenjang sekolah. Sifat-sifat tersebut sangat membuka ruang baru bagi seorang mahasiswa untuk menjadi pribadi yang berbeda antara satu individu dengan individu lainnya.

Keberbedaan itu bukanlah suatu sisi negatif dari mahasiswa. Perbedaan yang ada melahirkan suatu keberagaman dalam berbagai bidang, sehingga memungkinkan terciptanya multi-skills dan ragam pencapaian prestasi dari suatu perguruan tinggi. Kemungkinan-kemungkinan positif tersebut dapat menjadi suatu kenyataan apabila terdapat arahan dan pewadahan bagi masing-masing individu. Walaupun seorang mahasiswa merupakan insan yang mandiri secara berpikir, tetap dibutuhkan tempat untuk mengembangkan keterampilan-keterampilan mereka agar terarah dan menghasilkan nilai yang baik bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya.

Kemandirian berpikir bagi seorang mahasiswa juga dapat menimbulkan berbagai ‘kesemrawutan’ dalam suatu lingkungan. Hal ini merupakan suatu dampak negatif tidak adanya wadah untuk mengembangkan kemandirian berpikir mereka. Ketidakpuasan akan suatu keputusan pimpinan perguruan tinggi dapat membuat mahasiswa melakukan berbagai aksi, mulai menghadap langsung pada pimpinan, aksi di depan rektorat, hingga demo besar-besaran. Hal-hal tersebut sangat mungkin terjadi karena tenaga dan tingkat inisiatif mahasiswa yang sangat tinggi.

Tidak hanya karena adanya keputusan baru saja, informasi yang sedikit saja belum tersampaikan dapat memicu adanya adu mulut dari mahasiswa dengan pihak terkait. Contoh kecil yakni terkait pencairan beasiswa di kampus, salah satunya Bidikmisi. Periode pencairan yang turun per bulan Maret-Agustus dan September-Februari, sangat mungkin tidak tepat waktu dikarenakan proses dari pusat yang kendalanya tidak pernah dapat dipastikan. Pencairan ini tidak mungkin dapat dipastikan secara signifikan terjadi pada awal, pertengahan, atau bahkan akhir bulan periode pencairan. Hal yang demikian tidak jarang membuat mahasiswa membuka mulut, terlebih jika tidak ada informasi ter-update yang disampaikan dari pihak kampus terkait perkembangan proses pencairan.

Universitas Negeri Malang sebagai perguruan tinggi pencetak kader-kader pendidik unggulan, tentunya memiliki penyampai informasi terkait kebidikmisian itu sendiri. Penyampai yang dimaksud yakni organisasi independen bentukan beberapa Mahasiswa Bidikmisi UM pada 2010 silam yang kini dikenal dengan Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang atau disingkat Formadiksi UM. Latar belakang terbentuknya Formadiksi UM tidak lain dan tidak bukan dikarenakan keresahan mahasiswa penerima Bidikmisi UM ketika itu saat proses pencairan yang seharusnya tiba, namun tidak ada informasi lanjutan terkait hal tersebut. Dengan adanya organisasi yang bersifat independen ini, informasi-informasi terkait pencairan dapat dikoordinasikan oleh pengurus pada jajaran tenaga pendidik kampus sesuai ranahnya, untuk kemudian disampaikan pada Mahasiswa Bidikmisi UM.

Dalam hal ini Formadiksi UM memiliki peranan penting dalam mengantisipasi terjadinya aksi-aksi yang tidak diinginkan, utamanya karena informasi pencairan yang kurang dapat di-update secara mandiri per individu mahasiswa. Pada perkembangannya, Formadiksi UM menyampaikan informasi-informasi terbaru terkait proses terkini pencairan apabila telah memasuki bulan pencairan. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan unggahan-unggahan pada akun media sosial dan website resmi Formadiksi UM, baik pada feed Instagram maupun artikel-artikel pencairan.

Formadiksi UM tentunya tidak hanya bergerak dalam penginformasian pencairan saja, sebagai organisasi, Formadiksi UM memiliki visi misi sebagai pondasi dalam mengambil tujuan di setiap program kerja yang akan dicanangkan. Seperti organisasi-organisasi lainnya, Formadiksi UM juga memiliki program kerja pengabdian, penalaran, dan pelatihan-pelatihan tertentu. Dari keseluruhan program kerja, pemberitaan dan publikasi kegiatan tidak luput dari media sosial Formadiksi UM.

“Formadiksi (UM) sebagai salah satu organisasi kemahasiswaan, merupakan tauladan yang sangat baik dalam publikasi berita. Update informasi yang disajikan mampu memberikan dentuman yang positif terhadap pembaca tidak hanya dari kalangan Mahasiswa Bidikmisi semata. Sedikit demi sedikit, kredibilitas berita yang dibangun mulai menunjukkan hasil. Aktual dan faktual.

Tiga rangkaian kalimat tersebut merupakan salah satu kutipan yang diambil dari salah satu berita Formadiksi UM unggahan Desember 2018 berjudul “Apa Kata Mereka tentang Informasi Formadiksi UM”. Adapun kutipan tersebut disampaikan oleh Mochamad Khoirul Rifai, Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UM yang kini menjadi Mahasiswa Berprestasi 1 FMIPA UM.

Kutipan lain diambil dari kalimat yang disampaikan oleh salah satu Alumni Terbaik Akademik yang juga Alumni Bidikmisi UM, Octaviana Kusuma Lestari,

Seiring berkembangnya IPTEK dan hitsnya media sosial, Formadiksi UM pun juga beradaptasi dengan hal tersebut. berbagai info terkait Bidikmisi UM selalu di-share di akun media sosial. Ketika ada permasalahan pun, respon yang diberikan juga tanggap. Adanya grup WA (WhatsApp) per fakultas per angkatan juga memudahkan akses komunikasi, informasi, diskusi, dan juga silaturahmi antar Mahasiswa Bidikmisi.”

Hal-hal tersebut membuktikan adanya dampak positif yang telah dirasakan oleh Mahasiswa Bidikmisi UM terkait hadirnya Formadiksi UM di tengah-tengah kampus yang dulunya bernama IKIP (Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan) ini.

Di luar konteks penginformasian, seperti yang telah disinggung di awal yakni Formadiksi UM memiliki berbagai program kerja di bidang-bidang tertentu. Program kerja yang ada didasarkan pada tujuan yang berkesinambungan dengan visi misi Formadiksi UM. Adapun berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang ada, Formadiksi UM memiliki visi dan misi sebagai berikut.

Visi Formadiksi UM

Terwujudnya suatu organisasi kekeluargaan sebagai wadah mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang yang berintelektual, bermoral, inovatif, dan kontributif.

Misi Formadiksi UM

Misi Formadiksi UM terdiri dari empat poin, yaitu: 

  1. menjalin dan mempererat tali silaturahmi antarmahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang dengan berpegang teguh pada nilai-nilai Pancasila dan berbasis kekeluargaan;
  2. meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik secara berimbang melalui motivasi dan pengembangan potensi;
  3. meningkatkan kepribadian unggul dan budi pekerti luhur berlandaskan iman dan takwa;
  4. menumbuhkan dan mengaktualisasikan daya cipta sebagai bentuk sumbangsih kepada masyarakat.

Dalam bukti kalimat, Formadiksi UM selalu berusaha memposisikan diri sebagai organisasi yang dapat memfasilitasi Mahasiswa Bidikmisi UM. Adapun hal tersebut dibuktikan dengan deret program kerja yang diaktualisasikan untuk mengembangkan potensi dan skills dari Mahasiswa Bidikmisi UM. Seperti yang dilansir dari jurnalmanajemen.com, bahwa salah satu poin organisasi yang baik adalah menawarkan peluang pelatihan.

Dalam menanggulangi sifat dan berbagai karakteristik mahasiswa yang telah disampaikan di awal artikel, Formadiksi UM hadir dengan program kerja pengasahan dan pengembangan skills. Salah satu contohnya adalah dengan diadakannya Pelatihan Karya Tulis Ilmiah (PKTI) yang kemudian akan dibawa pada program kerja Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Bidikmisi tingkat Nasional beberapa waktu ke depan. Selain itu, juga terdapat pelatihan debat, Debate Training Programme, yang kemudian akan dibawa dalam lomba debat untuk Mahasiswa Bidikmisi tingkat regional melalui Bidikmisi Skills Competition.

Tentunya kehadiran Formadiksi UM sebagai organisasi yang menaungi Mahasiswa Bidikmisi UM sangat penting eksistensi dan esensinya. Segala manfaat yang dirasakan dari tujuan organisasi jelas hanya akan terasa jika Formadiksi UM memiliki eksistensi hingga kini. Begitupun eksistensi. Karena eksistensi yang ada, Formadiksi UM dapat ikut serta berkontribusi dalam memberikan esensi bagi Mahasiswa Bidikmisi UM, baik dalam penginformasian kebidikmisian, pengasahan hingga pengembangan skills Mahasiswa Bidikmisi UM.

Semoga ke depannya, Formadiksi UM sebagai organisasi kebidikmisian UM yang terkenal dengan kekeluargaannya ini dapat terus memberikan manfaat tanpa batas, solidaritas yang cerdas, dan program kerja yang tuntas. Jaya selalu untuk Formadiksi UM di ulang tahunnya yang ke-8.

Bidikmisi, berprestasi tiada henti!

Formadiksi UM, sukses!

 

Amanatul Haqqil Ibad

FMIPA/Matematika 2017

(Juara I Lomba Cipta Opini Mahasiswa Bidikmisi UM 2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *