Berkarya dan Berprestasi, Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Raih Juara Rumilus

Berkarya dan Berprestasi, Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Raih Juara Rumilus

Formadiksi UM News – Di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) tetap produktif, berkarya, dan berprestasi. Hal ini dibuktikan lewat peraihan Juara 1 Rumilus (Forum Ilmiah Ilmu Perpustakaan) cabang Lomba Artikel Ilmiah yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang pada tanggal 12–13  Oktober 2020.

Pada Rabu (14/10/2020), Reporter Formadiksi UM News berhasil mewawancarai peraih juara 1 lomba tingkat nasional ini, yaitu Diah Ayu Meiliniasari, mahasiswa penerima Bidikmisi Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra UM angkatan 2018. Prestasi ini diraih bersama anggota timnya yaitu Mar’atus Sholeha, mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Sastra UM angkatan 2018.

Topik artikel ilmiah yang diangkat yaitu inovasi layanan perpustakaan bagi penyandang tunanetra.

“Untuk topik yang saya ikutkan pada Rumilus yakni sebuah inovasi layanan perpustakaan untuk penyandang tunanetra. Hal ini sesuai dengan judul artikel yang saya angkat yakni LIBTUTRA (Library Tunanetra): Inovasi Teknologi Berbasis Mobile Apps Guna Menunjang Layanan Perpustakaan bagi Penyandang Tunanetra,” ucap Diah Ayu.

Ada kendala yang dialami narasumber ketika mengikuti lomba ini. Namun, semua itu dapat diatasi.

“Kendala atau hambatan yang saya alami di antaranya tidak dapat terjun langsung ke lapangan karena Covid-19, bingung mencari hasil penelitian yang masih murni, dan proses pencarian informasi terbatas, serta sedikitnya jumlah jurnal yang membahas tentang tunanetra. Kemudian, tentang bagaimana mereka menggunakan teknologi berbasis Mobile Apps juga masih terbatas dan minim informasi. Cara mengatasinya adalah dengan mencari dan bertanya kepada lembaga yang kredibel,” ungkap Diah Ayu.

Perasaan bangga, bahagia, tidak menyangka, dan bersyukur mengiringi narasumber menjadi juara 1 pada lomba ini.

“Dulu saya menantang diri sendiri untuk setidaknya mengikuti lomba di bidang kepenulisan. Ada banyak kegagalan yang saya alami dalam lomba kepenulisan baik dalam lomba esai maupun business plan. Pada saat pengumuman lolos presentasi, saya merasa senang dan bangga karena hal tersebut merupakan satu pencapaian yang besar dan waktu diumumkan bahwa saya menjadi juara, ada perasaan bangga, bahagia, dan tidak menyangka,” ucap Diah Ayu.

Beberapa tips juga disampaikan narasumber untuk teman-teman Bidikmisi agar tetap bersemangat berprestasi walau di tengah pandemi Covid-19.

“Tips yang pertama yaitu niat. Apapun yang dilakukan awali dengan niat lalu kerja keras. Jangan pernah berhenti mencoba sebelum mencapai tujuan yang ingin dicapai. Tentukan tujuanmu karena ketika hidup tanpa memiliki tujuan maka hidup tidak akan terasa menantang. Saat kita memiliki tujuan maka kita akan mengetahui ke mana kita akan melangkah walaupun kadang kita tersesat tetapi yang penting tujuan tersebut dapat tercapai. Jangan pernah men-judge bahwa kamu tidak berguna atau tidak punya apa-apa. Orang yang tidak bisa bukan berarti tidak mampu tetapi karena tidak mau mencoba,” ungkap Diah Ayu.

Pesan juga disampaikan narasumber kepada mahasiswa penerima Bidikmisi UM.

“Untuk teman-teman mahasiswa penerima Bidikmisi UM, Bidikmisi adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah. Negara sudah memberikan beasiswa tersebut untuk kita dan apa yang bisa kita berikan untuk membalasnya salah satunya adalah dengan berprestasi. Berprestasi merupakan satu hal kecil yang dapat kita berikan sebagai bentuk kontribusi kita kepada pemerintah (feedback) karena pendidikan kita sudah dibiayai (gratis). Ketika sudah mendapatkan kesempatan itu maka gunakanlah sebaik mungkin. Jangan disia-siakan. Buatlah itu sebagai motivasi diri. Aku harus berkarya, aku harus berdampak baik, dan aku harus berprestasi,” tutup Diah Ayu.

Ada sebuah kata-kata yang disampaikan narasumber pada akhir wawancara.

“A miracle is another name of effort.”

Bidikmisi! Berprestasi tiada henti!

Reporter          : Indra Setiawan

Editor              : Syani Yemima Syahrul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *