Delegasi Formadiksi UM Hadiri Rekornas Permadani Diksi Nasional 2018

Universitas Sriwijaya, Palembang – Persatuan Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi Nasional (Permadani Diksi Nasional) melaksanakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Nasional (Rekornas) Tahun 2018 di Gedung Student Center Universitas Sriwijaya, Jl. Raya Palembang Prabumulih Km. 32, Indralaya Ogan Ilir, Palembang, Sumatera Selatan. (11/4)

Rekornas Permadani Diksi Nasional mengangkat tema “Membangun Sinergitas Kelembagaan Dalam Rangka Menjaga Persatuan Dan Merajut Keberagaman” berlangsung selama lima hari (10 – 14 April 2018). Maksud dari Rekornas ini yaitu sebagai bahan masukan dan evaluasi serta mensinergikan program Permadani Diksi Nasional. Kegiatan ini diikuti oleh 54 perguruan tinggi se Indonesia. Pada kesempatan ini Universitas Negeri Malang mengirimkan dua orang delegasi.

Ketua Formadiksi UM yang hadir sebagai salah satu delegasi Universitas Negeri Malang mengungkapkan, bahwa selain untuk memantapkan program kerja Permadani Diksi Nasional, Rekornas ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas jaringan serta meneningkatkan wawasan pengembangan organisasi Bidikmisi di setiap perguruan tinggi.

“Untuk mensinergikan dan mengevaluasi program kerja Permadani Diksi Nasional, guna mengantarkan Permadani Diksi Nasional menjadi organisasi yang semakin baik, dan (Rekornas) ini juga menjadi ajang untuk menambah wawasan bagaimana tata kelola organisasi Bidikmisi se Indonesia yang dapat dijadikan sebagai referensi kita bersama” ungkapnya.

Bapak Ismet Yusputra, selaku Kasubdit Kesejahteraan dan Kewirausahaan Belmawa Kemenristekdikti menjadi salah satu pembicara dalam acara Seminar Nasional yang merupakan serangkaian kegiatan Rekornas ini menyampaikan, bahwa Bidikmisi masih memiliki sederet tantangan yang perlu ada perbaikan, salah satu diantaranya adalah ketepatan waktu pencairan. Beliau memberikan contoh tahapan pencairan di UNSRI.

“Yang jadi persoalan saat ini adalah penetapan (SK) mahasiswa Bidikmisi yang berulang di setiap periode. Kadang kala (seperti) pak Agus (pengelola Bidikmisi UNSRI) masih harus nunggu penetapan SK dari Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Pertanian, ada nggak yang mahasiswa yang lulus lebih awal, ada nggak mahasiswa yang sudah tidak aktif, nah pak Agus ndak berani memutuskan sembarangan, pak Agus harus tanya juga ke fakultas, ke jurusan. Prosedur-prosedur semacam inilah (salah satunya) yang menghambat kecepatan pencairan.”

Bapak Ismet juga mengharapkan adanya Tracer Study bagi lulusan Bidikmisi agar besarnya anggaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah untuk program Bidikmisi selama ini dapat diketahui bagaimana outcome-nya bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia. (Ahmad Bagus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *