Di Balik Terbitnya Formadiksi UM News: Pemberitaan Faktual Formadiksi UM

MALANG, Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) dalam menyelenggarakan program kerja selalu diimbangi dengan pengunggahan berita program kerja tersebut. Tidak hanya mengunggah berita program kerja,  Formadiksi UM juga mengunggah kegiatan kebidikmisian yang diselenggarakan Kemahasiswaan UM, keterlibatan Formadiksi UM dalam organisasi Bidikmisi tingkat regional hingga nasional, serta mengunggah berita prestasi Mahasiswa Bidikmisi UM.

Koordinator Divisi Jurnalistik, Amanatul Haqqil Ibad mengungkapkan bahwa dalam menghasilkan sebuah berita ‘Formadiksi UM News’ harus melewati berbagai proses yang tidaklah sedikit. Hal tersebut tentunya untuk menghasilkan berita yang faktual sesuai dengan etika kejurnalistikan.

“Keberitaan Formadiksi UM atau yang per 2018 disebut Formadiksi UM News selalu berusaha menjunjung tinggi etika kejurnalistikan, khususnya keberitaan yakni faktual. Reporter Formadiksi UM News melakukan berbagai proses sebelum pengunggahan, untuk menjamin kefaktualan artikel yang dihasilkan. Secara global, proses tersebut antara lain melakukan perekaman saat wawancara, menuliskan kutipan sesuai hasil wawancara, mencari informasi di internet terkait nama event (apabila berita prestasi) setepat mungkin untuk menghindari kesalahan penulisan, hingga melakukan konfirmasi kutipan pada narasumber sebagai bentuk izin mengutip serta meminimalisasi kesalahan tafsir,” jelas Amana.

Divisi Jurnalistik menyusun Panduan Formadiksi UM News sebagai pedoman dalam pembuatan berita dalam lingkup Formadiksi UM termasuk bagi sie jurnalistik pada setiap program kerja Formadiksi UM.

“Dikarenakan Reporter Formadiksi UM News tidak hanya dari Divisi Jurnalistik saja, melainkan dari hampir semua pengurus (Formadiksi UM) yang bertugas di sie jurnalistik kegiatan saat itu, maka dibuatlah suatu Panduan Jurnalistik sebagai pedoman penyusunan Formadiksi UM News,” ungkap Amana.

Panduan Formadiksi UM News merupakan perbaikan dan pembaruan dari Panduan Jurnalistik pada kepengurusan 2018 dengan menyesuaikan pembaruan ketentuan konten berita nasional yang berdasarkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

“Panduan Jurnalistik sendiri ada sejak kepengurusan 2018 dengan berbagai perbaikan dan pembaruan ketentuan yang didasarkan atas konten pada berita nasional serta memperhatikan PUEBI. Di 2019, Panduan Jurnalistik dispesifikkan namanya menjadi Panduan Formadiksi UM News,” tutur Amana.

Amana berharap Formadiksi UM News ke depannya tetap mempertahankan kefaktualan serta kelengkapan substansi kepenulisan dalam konten berita tersebut serta lebih baik lagi sesuai dengan perkembangan dan pembaruan era yang akan terus berkembang.

“Melihat perkembangan yang ada saat ini (semakin teratur format dan prosesnya), saya berharap Formadiksi UM News dapat dipertahankan terus nilai-nilai yang ada di dalamnya. Ke depan, yang perlu terus diperhatikan dan dipertahankan memang kita menginformasikan sesuatu jangan sampai tidak sesuai dengan sebenarnya (kefaktualannya). Akan tetapi, perlu digarisbawahi bahwa pemberitaan yang disusun oleh orang-orang berpendidikan bukan hanya kefaktualan saja yang ditekankan, ejaan kecil, tanda baca, salah ketik, dan hal-hal (substansi) penulisan lainnya juga harus tetap diperhatikan,” tambah Amana.

“Semoga ke depannya Formadiksi UM News dapat lebih baik lagi sesuai dengan kebutuhan Mahasiswa Bidikmisi UM dan era yang ada,” tutupnya.

Reporter          : Nadya Erawati

Editor              : Nadya Erawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *