Glucafe Cookies: Karya Mahasiswa Bidikmisi UM Bagi Anak dengan Spektrum Autis di Ajang PIMNAS Ke-31

Malang – Pada perhelatan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-31 yang diadakan di Universitas Negeri Yogyakarta Tahun 2018, Yogyakarta, 28 Agustus-2 September 2018 lalu, Universitas Negeri Malang mampu meraih prestasi yang membanggakan dengan membawa pulang 2 emas, 1 perak, dan 2 perunggu. Mahasiswa Bidikmisi tidak ketinggalan menyumbangkan medali pada ajang PIMNAS tahun ini. Salah satunya adalah Lhulu An-Nisa, mahasiswa Bidikmisi Fakultas Pendidikan Psikologi, yang berkesempatan Reporter Formadiksi UM News rangkum kisahnya (11/9) dalam mengikuti ajang tersebut. Tim yang juga diisi oleh Sunsya Putri Cahyaning Gusti (FT), Uswatun Hasanah (FMIPA/Bidikmisi), Amira Kamelia Sa’dya (FE/Bidikmisi), dan Amir Nur Hidayah (FE/Bidikmisi) ini mengangkat PKM bidang Kewirausahaan dengan produk yang dikembangkan berupa biskuit yang dikhususkan untuk anak dengan spektrum autis. Bersama timnya, Lhulu mendapatkan medali perunggu untuk kategori presentasi. Berikut kisah perjuangan Lhulu dan kawan-kawannya berjuang hingga berhasil membawa medali perunggu.
Produk Inovatif untuk Anak dengan Spektrum Autis
Berangkat dari tantangan terkait dengan spektrum autis, Lhulu dan kawannya mampu memproduksi sebuah biskuit bernama Glucafe Cookies yang dapat mengurangi perilaku autis pada anak, yakni perilaku hyperactive. Biskuit berbahan dasar tepung kedelai ini, juga merupakan inovasi dari kacang kedelai itu sendiri yang hanya lazim diolah menjadi tempe, tahu, dan susu kedelai biasa. Dengan inovasi yang dilakukan, diharapkan akan memberikan varian olahan dari kacang kedelai dan memberikan manfaat untuk anak dengan spektrum autis.
“Kenapa kami memilih tepung kedelai, karena kacang kedelai itu sendiri hanya diolah menjadi tahu, tempe, dan susu kedelai (biasa). Nah, kami ingin berinovasi menggunakan tepung kedelai sebagai inovasi baru untuk anak dengan spektrum autis. Manfaatnya biskuit ini diharapkan dapat mengurangi perilaku autis anak, yakni perilaku hiperaktif,” jelas Lhulu yang juga merupakan mahasiswa program studi S1 Psikologi.
Kolaborasi Berbagai Disiplin Ilmu
Latar belakang disiplin ilmu berbeda yang terlibat dalam PKM ini, sangat membantu dalam proses pembuatan dan pengembangan produk. Kolaborasi yang terjadi di antara berbagai disiplin ilmu ini pula yang menjadi keberhasilan dari PKM yang dibuat oleh Lhulu dan kawan-kawannya. Lhulu menyatakan bahwa dengan melakukan kerjasama dengan mahasiswa dari fakultas lain, akan mempermudah dalam mengelola kebutuhan terkait dengan PKM bidang Kewirausahaan yang diikutinya. Sebagai contoh, mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang bertugas mengelola terkait keuangan, administrasi, serta analisis ekonomi, mahasiswa dari Fakultas MIPA Jurusan Biologi bertugas sebagai quality control, dan mahasiswa Fakultas Teknik Jurusan Tata Boga yang bertanggung jawab dalam produksi cookies.
Tantangan dan Kendala
Keberhasilan yang didapat tidak serta-merta berjalan mulus, banyak tantangan dan kendala yang dihadapi oleh Tim PKM bidang Kewirausahaan ini. Kendala yang paling sering terjadi adalah pada proses produksi biskuit tersebut. Lhulu mengaku bahwa telah melalui banyak proses trial and error. Bahkan produk yang dihasilkan bisa benar-benar renyah menjelang beberapa minggu pelaksanaan PIMNAS di Yogyakarta.
“Kendala kami terletak pada (proses) produksi. Yang mana kami mengalami (banyak) trial and error. Kami bisa membuat biskuit yang crunchy itu H-1 minggu berangkat ke Jogja.”
Tak sampai di situ saja, mengumpulkan anggota tim secara lengkap dan melakukan proses penjualan daring dan luring tak kalah menantang. Terlebih pemasaran yang dilakukan secara luring sangat menantang, terkait dengan menyakinkan kepada konsumen (orang tua) bahwa produk biskuit tersebut benar-benar bermafaat dan bagaimana berinteraksi langsung dengan anak-anak dengan spektrum autis. Namun, semua tantangan dan kendala disikapi dengan positif serta dijadikan motivasi.

Alhamdulillah, tantangan tersebut menjadi sebuah motivasi bagi kami agar usaha ini tetap berjalan.”
Dukungan Berbagai Pihak Turut Berjasa dalam Kesuksesan
Selain kerja sama tim yang solid dan kompak, terdapat beberapa pihak yang berjasa dalam penyelesaian PKM hingga berbuah sebuah medali di ajang PIMNAS ini. Di antaranya adalah Dosen Pembimbing, Tim Penalaran Mahasiswa Fakultas, dan Tim Penalaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang, serta para peraih medali pada ajang PIMNAS sebelumnya. Lhulu mengaku bahwa terdapat sosok yang sangat berkesan dalam proses yang dijalani hingga sampai ke ajang PIMNAS, yaitu Dr. Heny Kusdiyanti, S.pd., M.M., selaku Koordinator Tim Penalaran Mahasiswa UM.
“(Pihak) yang berjasa, saya tidak bisa menyebukan satu per satu. Tapi Ibu Heny itulah adalah sosok bunda yang sangat mengayomi kami selain pembimbing kami.”
Karya dan Prestasi Merupakan Bentuk Tanggung Jawab Mahasiswa Bidikmisi Kepada Rakyat Indonesia
Karya dan prestasi yang diperoleh oleh Lhulu dan kawannya dimaknai sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat Indonesia, yang telah memberikan kesempatan kepadanya menempuh jenjang pendidikan tinggi melalui Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi. Ia menyatakan bahwa tanpa kontribusi dalam menyejahterakan rakyat, sama dengan menghianati rakyat itu sendiri. Tak lupa dia juga mengajak dan berpesan agar mahasiswa Bidikmisi harus banyak berkarya, berprestasi, serta dapat membanggakan orang-orang yang telah bekerja keras untuk membiayai Bidikmisi tersebut.
“Kuliah kita itu sudah dibiayai oleh rakyat, tanpa berkontribusi menyejahterahkan rakyat sama saja kita menghianati rakyat itu sendiri. Jadi, mulai sekarang harus lebih banyak berkarya, berprestasi, dan berusaha membanggakan orang-orang yang sudah berkerja keras untuk kita.” (Muhammad Yunan Helmi Nur Alifi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *