Juarai Duta Genre, Wecya: Yakin kepada Diri Sendiri adalah Kuncinya

Formadiksi UM News – Tidak banyak orang mampu menguasai kemampuan public speaking dengan baik. Diperlukan banyak latihan agar pembawaan yang disampaikan dapat diterima. Kemampuan tersebut harus diasah dan dilatih melalui proses yang tidak sebentar. Salah satu mahasiswa penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) sukses meraih prestasi melalui kemampuan public speaking yang dimiliki. Pada Kamis lalu (8/4/2021), Wecya Sugevin, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Seni Tari dan Musik angkatan 2018, Fakultas Sastra (FS) berhasil meraih Juara II dalam ajang Pemilihan Duta Genre Kabupaten Malang Tahun 2021 yang diselenggarakan di Pendopo Agung, Kepanjen, Kabupaten Malang.

Minggu (11/4/2021), Reporter Formadiksi UM News telah berhasil mewawancarai Wecya Sugevin terkait pengalaman dan lika-liku perjuangannya. Mari simak liputannya berikut ini!

Suka cita atas juara yang berhasil diraih

Senang sekali karena target yang diinginkan akhirnya dapat tercapai. Meskipun tidak mendapatkan juara pertama, tetapi setidaknya bisa menjadi salah satu juara dalam ajang tersebut. Targetnya adalah mendapatkan juara pertama karena siapa yang tidak menginginkan menjadi juara pertama. Namun, saya juga menyadari bahwa dalam Duta Genre ini saya sebenarnya sudah terlambat, karena Genre sendiri diperuntukkan kepada remaja-remaja. Sedangkan usia tahun ini sudah mencapai batas maksimal, sehingga nanti kalau dikirim ke tingkat provinsi atau nasional usia saya sudah mencapai batas. Jadi, ini merupakan pencapaian cukup besar bagi saya.

Tugas utama Duta Genre

Untuk tugas Duta Genre adalah sebagai agen sosialisasi dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malang. Kita menjadi promotor dan motivator bagi remaja, karena banyak sekali permasalahan remaja seperti seks bebas, pernikahan dini, dan penggunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza). Kita sebagai agent of promote dari permasalahan-permasalahan itu, sehingga nanti diharapkan remaja dapat mencegah hal-hal tersebut.

Pengalaman pertama mengikuti ajang Duta Genre     

Ini adalah pertama kalinya saya mengikuti Duta Genre. Namun sebelumnya, saya juga pernah mengikuti duta yang lain seperti Duta Pemuda Kabupaten Malang dan alhamdulillah mendapat juara satu. Kemudian dikirim ke provinsi untuk mewakili kabupaten dan terpilih menjadi salah satu delegasi Pemuda Indonesia Jawa Timur. Selanjutnya dikirim ke tingkat nasional dan alhamdulillah mendapat juara favorit satu.

Duta Genre membawa banyak hal positif

Hal mendasar mengapa mengikuti Duta Genre ini karena Duta Genre sendiri adalah duta yang implementatif. Kegiatannya berhubungan dengan sosial. Selain itu, juga didasari atas permasalahan di lingkungan seperti circle pertemanan ataupun lingkungan sekitar yang masih buta terhadap pengetahuan remaja yang sebenarnya, sehingga melalui Duta Genre Kabupaten Malang, saya sebagai promotor atau motivator ingin menyadarkan akan bahaya pernikahan dini dan seks bebas. Permasalahan tersebut banyak sekali ditemukan pada circle pertemanan dan lingkungan sekitar saya. Jadi, saya rasa Duta Genre ini menjadi platform yang tepat sekali sehingga membuat saya tertarik untuk mengikuti ajang pemilihan Duta Genre sebagai bentuk kontribusi saya kepada daerah untuk membangunnya menjadi lebih baik lagi.

Tips membangun kepercayaan diri di depan publik

Menurut saya, membangun kepercayaan diri memang tidak bisa instan. Jadi, seringlah latihan untuk memberanikan diri berada di depan publik. Namun, satu hal yang perlu ditekankan yaitu, kamu harus benar-benar percaya kepada diri kamu sendiri bahwa diri kamu adalah sesuatu yang sangat hebat dan kamu adalah orang yang hebat. Ketika kamu sudah mempunyai prinsip atau pemikiran bahwa saya ini hebat, kamu akan percaya dengan sendirinya di depan publik. Hal yang terpenting adalah kamu harus yakin bahwa kamu bisa. Yakin kepada diri sendiri adalah kuncinya. Penguasaan materi sangat membantu kita untuk lancar dan percaya diri. Jadi, tips dari saya kalau ingin bisa public speaking adalah harus menguasai materi, yakin, dan siap. Siap secara mental, fisik, serta apapun dalam diri kita seperti penampilan yang rapi supaya memberikan good impression kepada orang-orang sehingga mereka tertarik dengan kita.

Pesan Sang Juara

Tetap semangat dan jangan patah semangat jika mimpimu tidak datang saat ini. Namun, percayalah bahwa Tuhan telah menyiapkan mimpi yang indah untukmu di kemudian hari.  Tetap berjuang dan berdoa karena apa yang kamu inginkan pasti akan Tuhan berikan di waktu yang tepat untukmu.

Nah, itu tadi hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News dengan Wecya Sugevin. Semoga dapat menjadi contoh dan memotivasi kita untuk terus berjuang dalam meraih dan mewujudkan cita-cita kita kelak.

 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Reporter          : Agnes Tiara Sabila

Editor              : Mufid Zahir Hilmy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *