Lima Belas Karya Terbaik akan Diterbitkan, Siapkan Karya Terbaikmu Sekarang!

Formadiksi UM News – Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen (OPC) Mahasiswa Penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang (UM) Tahun 2020 merupakan salah satu program kerja Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) yang dinaungi oleh Divisi Jurnalistik. Program kerja ini selalu memberikan inovasi di setiap tahunnya. Tahun ini, inovasi yang diberikan yakni adanya 15 karya terbaik pada masing-masing bidang lomba yang dijadikan e-book berupa kumpulan karya peserta yang akan diunggah di Website Formadiksi UM serta diinformasikan melalui Instagram Formadiksi UM dan Grup Official Fakultas Mahasiswa Bidikmisi UM angkatan 2016−2019.
Pada Rabu (6/5/2020), Reporter Formadiksi UM News telah berkesempatan untuk mewawancarai Ayu Anggraeni, Ketua Pelaksana Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM dan Chantika Putri Ana, Koordinator Divisi Jurnalistik Formadiksi UM serta Amanatul Haqqil Ibad selaku Wakil Ketua Formadiksi UM yang sekaligus menjadi ketua pengarah dalam penyelenggaraan lomba ini. Nah, kira-kira apa saja fakta di balik pembukuan karya yang dikemas dalam bentuk e-book ini? Yuk, simak ulasannya!

Latar Belakang adanya inovasi pembukuan karya yang dikemas dalam bentuk e-book
Ayu Anggraeni menjelaskan latar belakang adanya inovasi pembukuan karya yang dikemas dalam bentuk e-book.
“Latar belakang adanya inovasi untuk pembukuan karya dalam bentuk softfile atau e-book ini adalah untuk menambah minat teman-teman penerima Bidikmisi UM dalam berkarya di bidang kepenulisan. (Dan) pastinya sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap karya teman-teman yang berpartisipasi dalam Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Tahun 2020,” jelas mahasiswa Jurusan Sastra Arab yang kerap disapa Ayu itu.
Selain itu, Chantika Putri Ana juga mengungkapkan pendapatnya yang selaras dengan penjelasan Ayu.

“Adanya inovasi e-book ini diperuntukkan sebagai bentuk penghargaan lebih yang diberikan kepada peserta yang berhasil menempati posisi 15 teratas dari hasil penilaian juri dan karyanya mendapat apresiasi sebagai karya terbaik. Selain itu, adanya e-book ini akan menambah semangat mahasiswa penerima Bidikmisi UM untuk mengikuti lomba ini karena nantinya e-book akan diunggah di Website Formadiksi UM serta dipublikasikan melalui media sosial Formadiksi UM. Hal ini tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi peserta yang berhasil menempati posisi 15 teratas dan mendapat predikat sebagai karya terbaik pada masing-masing bidang lomba, yakni opini, puisi, dan cerpen,” ungkap mahasiswa Jurusan Matematika yang kerap disapa Chantika itu.

Manfaat adanya e-book tidak hanya sebagai bentuk apresiasi
“Wah, jika berbicara mengenai manfaat bagi para peserta pastinya akan merasakan pengalaman atau mendapat apresiasi yang berbeda dengan adanya e-book ini karena karya dari 15 peserta terbaik akan dipublikasikan dan akan dibaca oleh teman-teman yang lainnya,” ungkap Ayu.
Selaras dengan apa yang diungkapkan oleh Ayu, Amanatul Haqqil Ibad juga mengungkapkan tentang manfaat adanya inovasi e-book ini.
“E-book ini merupakan suatu langkah lanjutan dari Formadiksi UM yang berkaitan dengan upaya mengoptimalkan salah satu kegiatan literasi yaitu menulis. Dalam hal ini adalah lomba cipta opini, puisi, dan cerpen yang saat ini tengah dilaksanakan,” jelas mahasiswa Jurusan Matematika yang kerap disapa Amana itu.
“Manfaat lainnya adalah teman-teman juga bisa menggunakan kesempatan ini untuk berkarya, sehingga ketika nanti karyanya berhasil diterbitkan, teman-teman juga bisa menambah riwayat prestasi terkait penerbitan karya. Dari sini pasti akan timbul semangat lebih yang akan mengantar teman-teman untuk berprestasi lebih dan lebih lagi. Apalagi jika itu di bidang cipta karya yang linier dengan lomba ini,” tambah Amana.

Harapan yang terselip dari adanya pembukuan karya dalam bentuk e-book
Ayu juga mengungkapkan harapannya terkait adanya pembukuan karya dalam bentuk e-book ini.

“Inovasi e-book ini menjadi salah satu kesempatan besar bagi teman-teman mahasiswa penerima Bidikmisi UM. Dengan adanya penghargaan/apresiasi berupa pembukuan karya dalam bentuk e-book tersebut maka akan menambah semangat teman-teman Bidikmisi UM yang mengikuti lomba ini karena apapun itu apabila diabadikan dalam tulisan pasti akan berkesan. Apalagi ketika dipublikasikan,” ungkap Ayu.
Hal serupa juga diungkapkan oleh Chantika dan Amana.
“Dengan adanya e-book ini maka akan memperbanyak peluang peserta untuk mendapatkan penghargaan karena penghargaan yang diberikan panitia tidak hanya untuk juara 1, 2, dan 3 saja, tetapi juga penghargaan sebagai karya terbaik yang akan dimuat dalam e-book. Jadi, harapannya mahasiswa penerima Bidikmisi UM dapat membaca peluang tersebut dan tidak ragu lagi untuk membuat karya serta mengikuti lomba ini,” ungkap Chantika.
“Harapannya, teman-teman bisa memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya untuk berkarya dan menambah pengalaman. Apabila menyabet posisi juara, sudah pasti keren bukan? Jika belum berkesempatan meraih posisi tiga teratas di masing-masing bidang lomba, setidaknya dapat meraih posisi di 15 karya terbaik yang karyanya akan diterbitkan. Jika belum berkesempatan lagi, tentu tetap keren karena sudah mau mencoba dan yakinlah ini adalah langkah awal atau batu loncatan untuk terus memberikan prestasi terbaik,” tutup Amana.
Nah, banyak hal yang dapat dipetik dari adanya inovasi e-book karya ini. Oleh karena itu, jangan ragu lagi untuk mendaftarkan dan mengirimkan karya terbaik teman-teman dalam bidang opini, puisi, dan cerpen. Ada perpanjangan waktu pendaftaran loh teman-teman. Yuk, manfaatkan peluang ini dan segera kirimkan karya teman-teman di Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Tahun 2020!
Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

Reporter         : Anggi Icha Larasati
Editor             : Andi Ghalib Rahmat Jati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *