Pelajari Kiat Menulis Puisi dan Siapkan Dirimu untuk Berkompetisi

Formadiksi UM News – Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) sebagai organisasi yang menaungi mahasiswa penerima Bidikmisi UM selalu berupaya menyediakan sarana bagi mahasiswa penerima Bidikmisi UM untuk mengembangkan bakat dan minat, termasuk dalam bidang kepenulisan. Berangkat dari upaya tersebut, Formadiksi UM menyelenggarakan Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan untuk mewadahi keterampilan mahasiswa penerima Bidikmisi di bidang kepenulisan opini, puisi, dan cerpen sekaligus untuk menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Formadiksi UM.

Menulis sendiri merupakan suatu keterampilan yang tidak selalu dimiliki oleh setiap orang, begitu pula keterampilan menulis puisi. Bagaimana jika teman-teman ingin berpartisipasi dalam Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Tahun 2020 tetapi merasa tidak memiliki keterampilan dalam menulis puisi? Eitss, jangan khawatir! Pada hari Senin (13/4/2020), Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai pemenang lomba cipta puisi dalam Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Mahasiswa Bidikmisi UM 2019 yaitu Nur Aini. Nur Aini merupakan Mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Geografi yang juga berstatus sebagai mahasiswa penerima Bidikmisi UM. Kendati berasal dari jurusan yang tidak berkaitan dengan dunia sastra, Nur Aini mampu bersaing dengan puluhan mahasiswa penerima Bidikmisi UM lainnya dalam Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Mahasiswa Bidikmisi UM 2019 serta berhasil menjuarainya. Kok bisa? Kira-kira apa yang membuat Nur Aini berhasil menjuarai lomba tersebut? Teman-teman penasaran? Yuk, simak ulasan berikut ini!

Nur Aini memiliki hobi menulis sejak duduk di bangku SMP. Namun, jenis tulisan yang ia gemari saat itu bukanlah puisi, melainkan cerpen. Nur Aini sempat mengalami kekalahan dalam lomba menulis cerpen pertamanya, tetapi perjalanan mahasiswa asal Banyuwangi ini tidak berhenti sampai di situ. Setelah mengalami kekalahan pertama, Nur Aini kembali mengikuti lomba menulis cerpen. Namun, lomba kali ini mengharuskan Nur Aini menulis cerpen dengan bahasa daerahnya yaitu bahasa Using, dan ia berhasil menjuarainya.

“Setelah kemenangan pertama itu, saya semakin termotivasi untuk mengikuti lomba menulis cerpen lagi,” jelas Nur Aini.

Sejak saat itu hingga akhir masa SMA, Nur Aini aktif mengikuti banyak lomba menulis cerpen. Setelah menjadi mahasiswa, barulah Nur Aini beralih menulis puisi karena lebih singkat daripada menulis cerpen.

“Pas saya jadi mahasiswa juga lumayan sering ikut event-event lomba menulis puisi, walaupun kemenangan dan kekalahan datang silih berganti,” ungkap Nur Aini

Kekalahan yang Nur Aini dapatkan tidak lantas membuat ia menyerah, tetapi justru membuat ia semangat mengembangkan keterampilannya dalam menulis puisi dengan mengirimkan karya-karyanya ke beberapa penerbit.

“Alhamdulillah-nya, beberapa kali puisiku dimuat di Majalah Media Jawa Timur,” ungkap Nur Aini.

Wah, hebat sekali bukan? Nur Aini mengakui bahwa menulis puisi tidak mudah, apalagi jika belajar secara autodidak. Terkait hal tersebut, Nur Aini punya tips dan trik menulis puisi berdasarkan pengalamannya. Berikut tips dan triknya:

  1. Awali dengan banyak membaca
    Keahlian menulis puisi bisa diawali dengan banyak membaca. Dengan banyak membaca, teman-teman dapat memperbanyak perbendaharaan kata, sehingga teman-teman memiliki banyak pilihan kata yang cocok untuk merangkai kata dalam puisi yang teman-teman tulis.
  2. Tulislah hal yang sederhana
    Teman-teman tidak perlu repot mencari topik yang terlalu jauh untuk dituangkan ke dalam puisi. Tulislah hal-hal yang sederhana dan tidak terlalu muluk-muluk. Kalaupun lomba yang akan diikuti mengusung tema khusus, tulislah hal-hal yang dekat dengan pengalaman teman-teman sehingga teman-teman lebih mudah menyampaikan isi dari puisi.
  3. Selalu catat ide yang terlintas di pikiran
    Inspirasi bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Oleh karena itu, selalu siapkan catatan. (Sehingga) ketika ada ide yang terlintas, teman-teman bisa langsung mencatatnya.

“Misal kamu lagi nonton televisi (TV) atau jalan-jalan. Tiba-tiba, kepikiran mau buat puisi seperti apa. Nah, langsung deh catat!” saran Nur Aini.

  1. Tulislah apa adanya terlebih dahulu

Jangan dulu terbebani dengan susunan bahasa, biarkan jari teman-teman menulis apapun yang teman-teman pikirkan. Setelah semua isi pikiran tertuang dalam tulisan tersebut, proses pengeditan bisa dimulai.
“Pokoknya tulis saja. Jangan terbiasa menulis sambil mengedit. Tulis saja dulu, koreksinya nanti di akhir,” Nur Aini menegaskan.

Nur Aini mengaku tidak jarang mengalami blank ketika sedang menulis puisi.
“Ketika aku merasa tiba-tiba tidak punya ide untuk lanjut menulis, yang aku lakukan adalah me-refresh pikiranku. Kondisi yang menyebabkan kita tidak bisa menemukan ide atau inspirasi adalah ketika otak sudah terlalu tertekan, terlalu dipaksa, jadi perlu di-refresh. Nah, pikiran yang sudah kembali nyaman dan normal akan memicu timbulnya ide-ide baru untuk melanjutkan tulisan kita tadi. Oh, tulisan ini mau ku bawa ke sini nih, ingin ending puisinya seperti ini,” jelas Nur Aini.
Setiap orang memiliki cara masing-masing untuk me-refresh pikirannya. Jadi, pastikan teman-teman mengetahui apa hal yang bisa membuat teman-teman merasa fresh lagi.

Terakhir, Nur Aini ingin berpesan kepada teman-teman, terutama mahasiswa penerima Bidikmisi UM yang akan mengikuti Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Tahun 2020.
“Saya sampaikan kepada teman-teman, semangat menulis dan berkompetisi. Jangan menulis karena uang. Menulislah karena ada kegundahan yang tak mampu kamu suarakan. Misalnya, kamu suka dia tapi tidak tahu cara bilangnya. Ya sudah, sampaikan saja lewat tulisan. Selamat dan semangat berkompetisi untuk teman-teman. Bidikmisi! Berprestasi tiada henti!”

Nah, itu tadi ulasan mengenai pengalaman serta tips dan trik menulis puisi dari pemenang bidang lomba cipta puisi dalam Lomba Cipta Puisi dan Cerpen Mahasiswa Bidikmisi UM 2019. Jadi, tunggu apa lagi? Segera siapkan diri teman-teman untuk mulai menulis dan ikut serta dalam Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Tahun 2020!

Bidikmisi! Berprestasi tiada henti!

Reporter         : Nisfi Febrianti

Editor             : Anggi Icha Larasati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *