Pemenang Lomba Cipta Opini 2019 Membocorkan Rahasia Juaranya!

Formadiksi UM News – Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen kembali diselenggarakan oleh Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM), dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-9 Formadiksi UM. Tidak hanya sebagai kegiatan yang memeriahkan HUT Formadiksi UM, lomba ini juga diselenggarakan sebagai media pengembangan bakat dan keterampilan mahasiswa penerima Bidikmisi UM dalam bidang cipta opini.

Senin (13/4/2020), Reporter Formadiksi UM News telah berkesempatan mewawancarai pemenang Lomba Cipta Opini Mahasiswa Bidikmisi UM 2019 yaitu Amanatul Haqqil Ibad. Amana merupakan mahasiswa penerima Bidikmisi UM Jurusan Matematika angkatan 2017. Nah, kira-kira bagaimana sih pengalaman, tantangan, serta tips dan trik dari Amana? Penasaran? Tidak perlu berlama-lama lagi, simak ulasan berikut ini!

Dengan senang hati, Amana membagikan tips persiapan yang harus diperhatikan oleh penulis opini.

“Untuk memulai menulis opini, kuncinya adalah mau atau ingin. Kalau tidak ada keinginan, bagaimana mau menulis? Keinginan atau kemauan ini meliputi mau untuk menulis opini itu sendiri, mau memahami apa yang akan ditulis, dan senantiasa mencari fakta yang bukan hanya dugaan bahkan rekaan,” jelas Amana.

Selain tips persiapan, Amana juga membagikan tips dan trik untuk mengembangkan ide yaitu sebagai berikut.

Pertama, menyesuaikan dengan tema.

“Kalau opini yang dimaksud adalah dalam perlombaan di mana kita perlu menyesuaikan opini dengan tema. Misalnya, tema ditentukan berdasarkan topik tertentu maka kita perlu memahami hal-hal yang terkait di dalamnya. Contohnya mencari makna setiap kata dari tema. Apabila temanya bebas, kita bisa mencari topik yang sedang trending,” jelas Amana.

Kedua, menentukan fokus atau sudut pandang.

“Misalnya, dalam tema yang terkait menyuarakan pendapat, kita bisa memilih bagaimana cara menyuarakan pendapat yang baik, kekinian, tetap sopan, atau bisa juga langsung menyuarakan sesuatu dalam opini tersebut,” tambahnya melengkapi poin pertama.

Ketiga, menyusun kerangka berpikir.

“Sebelum mengembangkan fokus kita, terlebih dahulu kita buat kerangka berpikirnya. Nanti mau diawali A, kemudian masuk ke B, membahas C juga, jadi bisa memuncak ke D, dan mencapai E. Misal ada batasan paragraf atau halaman, bisa juga diatur kerangka paragraf atau halamannya,” imbuhnya.

Keempat, mengembangkan kerangka.

“Setelah alur itu sudah kita susun, barulah kita mengembangkan kerangka-kerangka tadi. Cara mengembangkan ide dari alur tersebut banyak opsinya. Salah satunya adalah mengungkapkan argumentasi lalu mencari referensi. Ungkapan argumentasi kemudian diperkuat dengan literatur. Begitu seterusnya, sehingga keseluruhan ide akan tersusun dan terkoreksi sembari kita mengklarifikasi pendapat kita sendiri,” ungkapnya.

 

Terdapat beberapa tips dan trik terutama bagi pemula berdasarkan pengalaman Amana agar bisa menghasilkan opini yang baik. Apa saja tips dan triknya? Yuk, kita simak berikut ini!

  1. Niat dalam menulis opini.

“Ketika kita menulis opini yang penting adalah niat dan proses kita dalam menulis. Sebab, mau tidak mau tulisan itu akan dibaca entah kapan dan entah oleh siapa, sehingga tulisannya sebisa mungkin bermanfaat dan memberikan informasi yang baik,” jelasnya.

  1. Jangan terlalu emosi dalam menulis opini.

“Jangan terlalu emosi dalam menulis opini. Tulisan yang stabil dan berwibawa pembawaannya akan lebih mudah dipahami maksud dan tujuannya,” tambahnya.

  1. Buat tulisan yang semenarik mungkin.

“Kalau ingin ada yang menarik, bisa dikaitkan dengan situasi kekinian atau melalui judul unik yang tetap mengintepretasikan isi opini,” ungkap Amana.

 

Amana juga memiliki pesan untuk teman-teman yang akan mengikuti lomba menulis opini ke depannya. Nah, apa pesannya? Yuk, kita simak berikut ini!

“Semangat! Tidak perlu takut menulis opini. Opini itu kejujuran yang bernilai. Kejujuran dari buah pikiran kita, bernilai karena ada penguatan di dalam setiap argumentasi kita. Tidak perlu takut salah, semua sedang berproses. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Manfaatkan waktu teman-teman untuk mengikuti lomba-lomba yang ada, termasuk yang diselenggarakan di dalam kampus. Tidak ada yang salah dalam suatu proses, tidak ada yang perlu ditakutkan dari suatu hasil. Hasil tetaplah bagian dari proses. Tidak ada yang salah dalam suatu proses maka kita tidak perlu takut akan hasil yang esok kita dapatkan. Semua adalah pembelajaran yang berharga untuk menjadi lebih baik ke depannya,” tutup Amana.

Itu tadi merupakan bocoran mengenai bagaimana cara agar dapat menjuarai lomba menulis opini dari pemenang Lomba Cipta Opini Mahasiswa Bidikmisi UM 2019. Jadi, tunggu apalagi? Segera persiapkan diri teman-teman untuk mulai menulis dan ikut serta dalam Lomba Cipta Opini, Puisi, dan Cerpen Mahasiswa Penerima Bidikmisi UM Tahun 2020, khususnya bidang lomba cipta opini!

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

 

Reporter         : Andi Ghalib Rahmat Jati

Editor             : Gisha Ferlania Aminta Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *