Proses Pencairan Living Cost Maba Bidikmisi UM Lebih Cepat Dari Sebelumnya, Simak dan Pahami Penuturan Berikut Ini

Malang – Sebanyak 780 mahasiswa baru penerima Bidikmisi Universitas Negeri Malang yang diterima melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN tahun 2018 patut berbangga diri karena telah resmi ditetapkan sebagai penerima Bidikmisi. Pasalnya selain mereka telah berhasil bersaing untuk menjadi bagian dari Universitas Negeri Malang, mereka juga telah menerima buku tabungan dan kartu ATM pada kegiatan Pembentukan Karakter Mahasiswa Baru Bidikmisi pada bulan September lalu.

Dalam hal ini Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) berkesempatan untuk melakukan wawancara dengan Kepala Sub Branch Manager BTN Cabang Brawijaya, yakni Ibu Anik Novi.

Ibu Anik mengatakan bahwa proses pembuatan buku rekening mahasiswa baru Bidikmisi UM angkatan 2018 sudah selesai sejak akhir bulan Agustus dan telah didistribusikan pada acara Pembentukan Karakter Mahasiswa Baru Bidikmisi di Gedung Graha Cakrawala UM, tanggal 6 September 2018 lalu.

“Hal ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara pihak Kemahasiswaan UM dengan BTN sehingga dalam proses pembuatannya sangat cepat. Pihak UM langsung memberikan data mahasiswa Bidikmisi secara lengkap dan cepat, sehingga BTN langsung memproses data tersebut” terang Ibu Anik.

Terkait banyaknya pertanyaan tentang pengambilan kartu ATM ibu Anik mengatakan kartu ATM bisa segera diambil di BTN cabang manapun, dengan catatan tidak ada kekurangan data saat mengumpulkan di Gedung Graha Cakrawala UM. Untuk pembagian kartu ATM tidak bersamaan dengan buku rekening, karena kartu ATM sifatnya rahasia sehingga harus diambil langsung oleh mahasiswa yang bersangkutan di BTN.

Lebih lanjut terkait proses pencairan, Formadiksi UM tidak hanya berpedoman pada ketentuan-ketentuan tertulis namun juga melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang terkait dengan proses pencairan.

“Formadiksi UM tidak hanya mengacu pada pedoman (Bidikmisi) saja ya, kami ada grup Ketua Organisasi Bidikmisi se-Indonesia, kami melakukan konfirmasi kepada Kemahasiswaan UM, kemarin kami juga melakukan konfirmasi langsung kepada bank penyalur”.

Ia menambahkan bahwa perihal pencairan ini menjadi tugas dari Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahaiswa.

“Dan sesuai dengan perkiraan kami, bahwa proses pencairan tepat di hari kerja ke 20. Memang wajar jika ada yang tidak sabar, yang setiap harinya menunggu-nunggu. Namun pada dasarnya kami telah dan tetap melakukan konfirmasi kepada banyak pihak, yang dimana hal ini dibawah tanggung jawab Divisi Advokesma, dan perihal pencairan bagi mahasiswa baru hendaknya bersyukur, karena prosesnya sangat cepat daripada biasanya. Memang tahun ini diberlakukan 2 tahap terkait pencairan dana living cost maba Bidikmisi ”.

Senada yang dikatakan oleh Ketua Formadiksi UM Koordinator Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa berpesan bahwa diperlukan upaya dalam mengelola uang biaya hidup Bidikmisi dan selalu bersyukur.

“Kami harap kita semua dapat mengola uang dengan baik, bahkan di saat living cost kita sudah cair disetiap periodenya, masih banyak dana biaya hidup mahasiswa Bidikmisi di perguruan tinggi yang belum cair” imbuhnya.

Kiki Maritasari selaku Koordinator Divisi Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa berpesan agar tidak lupa untuk melakukan cetak buku tabungan, tanda tangan pencairan, dan berpartisipasi dalam Donasi 1%. (Amirul Mei Wulandari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *