Sulit Kelola Uang Living Cost? Ini Caranya

Malang – Pencairan dana Living Cost Bantuan Biaya Pendidikan Bidikmisi terkadang menjadi hal sangat krusial bagi sebagian mahasiswa Bidikmisi pada umumnya, dan Sobat Bidikmisi Universitas Negeri Malang pada khususnya. Dana yang terbatas memaksa mahasiswa Bidikmisi harus pandai-pandai memutar otak mengelola keuangan, agar dana yang diberikan oleh pemerintah dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kebutuhan terkait dengan keperluan perkuliahan. Namun, kemampuan dalam mengatur keuangan tidak seluruhnya dimiliki oleh Sobat Bidikmisi. Menjawab permasalahan tersebut, reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Bapak Mohammad Iqbal Firdaus, S.A., M.Ak, Dosen Manajemen Keuangan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang, Kamis, 26 September 2018. Untuk memberikan sedikit tips dan triks yang dapat Sobat Bidikmisi terapkan di kehidupan sehari-hari.
Mari simak tips en triks-nya:
1. Investasi Bahan Sumber Bacaan dan ‘Kuota’
Memprioritaskan membeli bahan sumber bacaan merupakan keputusan yang bijak loh. Karena dengan memprioritaskan bahan sumber bacaan perkuliahan, akan membantu proses perkuliahan kita nantinya. Disamping itu, dengan memiliki buku milik pribadi, kita dapat menyimpan dan mempergunakannya sewaktu-waktu ketika dibutuhkan. Berbeda ketika kita meminjam, kita akan kesulitan mereview materi perkuliahan ketika buku yang kita pinjam telah dikembalikan. Bapak Iqbal juga menambahkan, membeli paket data internet juga hal yang penting juga sob. Mengingat semakin tingginya penggunaan teknologi informasi dalam proses perkuliahan akhir-akhir ini. Namun, penggunaannya pun harus bijak, jangan sampai kuota yang dibeli malah digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.
“Karena perkuliahan sekarang tidak hanya di kelas, tapi juga menggunakan teknologi online (E-Learning). Namun dengan catatan, penggunaannya harus bijak, agar biaya paket data tidak membengkak diakhir bulan,”

2. Hemat ‘Uang Makan’ Harian
Menghemat disini bukan berarti Sobat Bidikmisi harus makan sehari sekali atau dua hari sekali. Namun, menghemat tersebut bermakna memprioritaskan dan mengatur uang konsumsi sehari-sehari agar tidak menggangu kesehatan tubuh, yang nantinya malah menggangu konsentrasi sobat dalam menerima ilmu di kelas. Percuma dong makan sehari sekali untuk berhemat, tapi badan jadi sakit dan mengganggu kegiatan kuliah. Bukannya hemat, jatuhnya muncul biaya berobat dan lainnya. Usahakan makan makanan yang sehat dan murah ya sob, Nasi Pecel contohnya.

3. Buat Catatan Sederhana
Tips dan triks yang ketiga adalah mulailah buat catatan sederhana untuk rencana pengeluaran dan kebutuhan yang rutin dibelanjakan setiap bulannya. Catat apa saja yang keluar dari dompetmu.
“Buatlah sedikit-sedikit catatan sederhana, alokasi-alokasi mana saja yang rutin per bulan dan besarnya (pengeluaran) berapa,” Jelas Bapak Iqbal saat ditemui Reporter Fromadiksi UM News di ruangannya, Gedung D4, Lantai 3, FE UM.
Sobat Bidikmisi juga bisa menggunakan aplikasi pembukuan seperti Financial Calculators, Catatan Keuangan Harian, Financisto , Mint, Monefym, MoneyWise, atau Jojonomics dan masih banyak lainnya.

4. Evaluasi Catatan
Setelah dilakukan pencatatan sehari-hari atas pengeluaran Sobat Bidikmisi, saatnya cermati kembali pengeluaran-pengeluaran tersebut. Pastikan ada evaluasi pengeluaran setiap hari atau minimal setiap pekan. Tujuannya agar tidak terjadi lebih besar pasak dari pada tiang setiap saat.
“Akumulasikan pengeluaran yang telah dicatat sebelumnya, nanti temen-temen (Sobat Bidikmisi) bisa menilainya,”

5. Jangan Lupa Menabung
Setelah melalui proses mencatat dan mengevaluasi pengeluaran, pada poin inilah Sobat Bidikmisi bisa mengetahui apakah menabung mungkin dilakukan atau tidak. Jika masih terjadi minus atas evaluasi pada catatan pengeluaran yang telah dilakukan, berarti sobat harus memperbaiki dahulu, pengeluaran berlebih mana yang harus dikurangi. Jika sudah ada kelebihan dana yang tersisa, tabunglah uang tersebut untuk keperluan-keperluan tak terduga, seperti sakit, biaya pulang ke daerah asal secara mendadak atau sebagainya.
“(Tabungan) bisa digunakan untuk pengeluaran tak terduga, seperti sakit atau mungkin kebutuhan untuk pulang ke kampung halaman secara tiba-tiba,” Jelas dosen mata kuliah Manajemen Keuangan ini.

Di samping memberikan tips dan triksnya dalam mengatur keuangan. Bapak Iqbal juga memberikan pesan untuk tetap semangat dalam menjalani masa perkuliahan dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi serta bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Baginya Mahasiswa Bidikmisi bagaikan oasis di tengah padang pasir, yang nantinya diharapkan akan memberikan perubahan bagi masyarakat sekitar.
“Temen-temen ini saya ibaratkan sebagai oase di tengah padang pasir, tetap belajar dan tetap menguasai materi kuliah. Agar nantinya ketika pasca masa perkuliahan, temen-temen dapat mengubah peradaban sendiri dan orang sekitar” pesannya di akhir wawancara. Demikian tips dan triks untuk sobat-sobat Bidikmisi UM. Selamat Mencoba !
(Muhammad Yunan H)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *