TAHAP WAWANCARA DAN FGD, WECYA SUGEVIN: SAYA OPTIMIS

MALANG, Formadiksi UM News – Rangkaian seleksi Open Recruitment Pengurus Forum Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang (Formadiksi UM) periode 2019 telah dilaksanakan tahap demi tahap. Adapun tahapan tersebut,yaitu seleksi berkas yang hasilnya telah diumumkan pada 7 Februari lalu, seleksi wawancara yang telah dilaksanakan pada 9 Februari lalu, dan tahap Focus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan pada hari ini, Minggu (10/2/2019).

OpenRecruitment Pengurus Formadiksi UM ditahun ini menghadirkan nuansa baru. Chiti Rahayu selaku Koordinator Divisi Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) menjelaskan, Lokasi seleksi wawancara dulu di Gedung G4 karena memang dulu belum ada sekretariat, namun sekarang sudah memiliki sekretariat jadi seleksi wawancara dilangsungkan di Sekretariat Formadiksi UM. Lalu tahun ini tidak hanya para koordinator divisi dan pengurus inti yang melakukan wawancara, Divisi PSDM pun ikut mewawancarai mengenai hal-hal yang bersinggungan dengan ke-PSDM-an,” ujarnya.

Dalam setiap tahap seleksi terdapat kriteria tertentu yang dinilai. Memiliki amanah dan loyalitas merupakan beberapa penilaian pada tahap wawancara. Hal tersebut juga dijelaskan oleh Chiti pada kesempatan wawancara oleh Reporter Formadiksi UM News, Minggu(10/2/2019).

“Demi Formadiksi UM yang lebih baik di periode 2019, panitia harus lebih cermat untuk menilai calon pengurus baru yang terbaik di antara yang baik melalui tahapan-tahapan open recruitment. Pada tes wawancara misalnya, diharapkan dapat menilai calon peserta dari berbagai sisi yang sesuai dangan visi misi Formadiksi UM dan memiliki amanah serta loyalitas yang dibutuhkan selama roda kepengurusan berlangsung,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Reporter Formadiksi UM juga mewawancarai beberapa peserta terkait persiapan dan kesan pesan mereka selama proses seleksi. Salah satunya Wecya Sugevin, Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Sastra angkatan 2018.

“Tidak ada persiapan khusus, ya saya baca-baca di Website Formadiksi UM. Kalau kesan pas tes wawancara ya gugup dan deg-degan, tapi ya berjalan lancarhehehe. Untuk FGD, sangat menyenangkan. Bisa diterapkan di organisasi lain, karena kita di sini dapat menyampaikan aspirasi. Forum ini (forum diskusi) harus ada dalam tahapan seleksi. Di sini kita bisa melatih public speaking dan juga sharing,” ujar Mahasiswa Jurusan Seni dan Desain tersebut.

Selain itu, Wecyajuga menceritakan hal yang membuatnya tertarik untuk mengikuti kegiatan Open Recruitment Formadiksi UM.

Pengenberkontribusi untuk universitas dan setelahmembaca visi misi Formadiksi UM, saya jadi tertarik,” ujarnya. Terkait sejauh mana keyakinan Wecya dalam mengikuti kegiatan ini, ia menyampaikan bahwa ia optimis menjadi Pengurus Formadiksi UM periode 2019.

“Saya optimis, karena optimis itu harus,” imbuhnya kembali. Ia juga menerangkan bahwa optimis berarti percaya atas apa yang telah ia usahakan untuk mencapai suatu tujuan.

Tidak hanya Wecya saja, semangat dalam mengikuti kegiatan ini juga ditunjukkan oleh Nadya Erawati dari Jurusan Fisika, “Kesan pas tes wawancara sih santai enak hehehe. Dan motivasi saya mengikuti oprec (open recruitment) ini adalah ingin mengabdi. Awalnya sih lihat-lihat mas mbak Formadiksi UM kok keren, kekeluargaannya itu kental banget,” ujarnya.

Dalam tahap FGD, Nadya menuturkan bahwa forum diskusi dalam suatu seleksi merupakan trobosan baru dan dapat dijadikan percontohan bagi organisasi lain.

“Tahap FGD ini menurut saya trobosan baru yang dapat dicontoh oleh organisasi lain dalam melaksanakan seleksi kepengurusan. Tes ini sangat bagus sekali, karena dapat memperlihatkan sekaligus melatih keaktifan peserta. Di sini kita juga belajar bagaimana caranya aktif dan berinovasi,” tutup Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) tersebut.

Penulis : Siti Nur Khofifah

Editor  : Amanatul Haqqil Ibad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *