Tangan Kasar

Tangan Kasar

Oleh: Danny Firmansyah

 

Bergetar sekaligus tertampar

Benar- benar membuat terkapar

Hati tak henti- hentinya terus bertanya

Mengapa?

Mengapa masih ada tangan yang kasar?

 

Tanah ini sudah indah

Apakah masih kurang indah?

Tanah ini sudah kaya

Apakah masih kurang kaya?

Tanah ini sudah megah

Apakah masih kurang megah?

 

Lazuardi membentang

Tiada henti memberi  topangan

Gunung- gunung berbaris

Sejuk dipandang dengan ujung pelipis

Laut biru terhampar luas

Bening bersih bagaikan kapas

 

Tapi apa yang kau berikan?

Tanganmu terlalu  kejam

Hatimu terlalu tajam

Begitu teganya dirimu merajam

Menebas segala keindahan alam

 

Dirimu tak pantas

Menapakkan kedua kakimu

Di tanah yang terlalu luas

Berjuta kekayaan alam

Terlalu sering kau tebas

 

Cepatlah

Cepatlah sadar

Perlakuanmu sungguh terlalu kasar

Segala sesuatu kini terasa hambar

 

Ibu pertiwi menjerit

Menahan jutaan rasa sakit

Ibu pertiwi menangis

Disakiti anaknya sendiri

 

Dengarlah dan bacalah

Untaian nada-nada rindu

Nada rindu dari ibumu

Rindu akan kasihmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *