Tiga Mahasiswa Bidikmisi UM Sabet Juara 1 LKTIA ISEF 2019

MALANG, Formadiksi UM News – ISEF, Islamic Science and Technology Fair kembali digelar oleh Jamaah Intelektual Mahasiswa Muslim (JIMM) Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga di tahun 2019. Berbagai cabang lomba digelar dan dibuka pendaftarannya sejak 18 Mei lalu. Adapun berbagai cabang lomba tersebut antara lain, Lomba Karya Tulis Ilmiah Al Quran (LKTIA), Cerdas Cermat Islami (CCI), Musabaqah Syarhil Quran (MSQ), dan Cipta Baca Puisi Islami. Pada kesempatan gelaran lomba ini, Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang kembali berkompetisi dan berhasil menyabet juara satu pada cabang LKTIA yang malam penganugerahannya telah dilaksanakan Sabtu lalu (26/10/2019). Siapa saja anggota tim yang menjadi jawara kali ini? Topik apa yang mengantarkan mereka menjadi jawara? Apa cerita di balik keberhasilan mereka?

Yuk simak hasil wawancara Reporter Formadiksi UM News berikut!

Ketiga anggota tim yang menjuarai LKTIA ISEF 2019 merupakan Mahasiswa Bidikmisi Universitas Negeri Malang.

Penyabet Juara 1 LKTIA ISEF 2019 yakni salah satu tim dari Universitas Negeri Malang dengan beranggotakan tiga Mahasiswa Bidikmisi. Ketiga Mahasiswa Bidikmisi tersebut antara lain, Nanda Defi Aprilianto sebagai ketua tim (Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Teknik angkatan 2016), Naili Kharirotul Afiana (Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Ekonomi angkatan 2016), dan Siti Nur Khofifah (Mahasiswa Bidikmisi Fakultas Teknik angkatan 2016).

Sebelum pengumuman juara, Nanda dan tim berekspektasi sulit untuk menjadi jawara.

Nanda Defi menyampaikan pada Reporter Formadiksi UM News bahwa timnya berekspektasi sulit untuk menjadi jawara.

“Tantangannya cukup berat sebenarnya karena yang mengadakan juga perguruan tinggi negeri yang klasternya juga di atas perguruan tinggi kita (Universitas Negeri Malang). (Dan juga) pesaingnya cukup wow juga karena ada yang dari UB (Universitas Brawijaya), Unair (Universitas Airlangga), dan juga kampus-kampus besar yang membuat ekspektasi sulit menjadi jawara,” jelasnya.

“Tapi hanya doa dan tekad kuat yang mampu mengubah ekspektasi itu,” tambahnya.

Pendidikan karakter untuk anak usia dini menjadi topik yang diangkat Nanda dan tim dalam LKTIA ini.

“Lomba kali ini kita membahas tentang bagaimana cara mendidik karakter atau pendidikan karakter anak usia dini dengan bantuan teknologi Augmented Reality,” ungkap Nanda.

Membawa nama Universitas Negeri Malang merupakan salah satu motivasi Nanda dan tim dalam LKTIA kali ini.

Masih di kesempatan wawancara yang sama, yakni Minggu (27/10/2019), Nanda mengungkapkan bahwa salah satu motivasi timnya dalam ajang kali ini ialah untuk membawa nama kampusnya untuk eksis di kalangan kampus-kampus ternama di Indonesia.

“Motivasinya untuk menambah pengalaman dan ingin membawa nama UM (Universitas Negeri Malang) eksis di kalangan kampus-kampus ternama di Indonesia,” ungkapnya.

Nanda dan tim telah berkali-kali mengikuti berbagai ajang lomba serupa sebelum kemenangan ini, intinya coba lagi dan coba lagi.

Terpantau oleh Reporter Formadiksi UM News bahwa Nanda dan tim telah berkali-kali mengikuti ajang lomba serupa. Hal tersebut dibenarkan oleh Nanda, ia juga menyampaikan pesan pada Mahasiswa Bidikmisi agar tidak cepat putus asa, jika gagal harus senantiasa mencoba lagi dan mencoba lagi.

“Jangan cepat putus asa. Satu kali gagal, coba lagi. Gagal lagi, coba lagi. Tidak cukup hanya satu dua kali percobaan. (Dan) mari Mahasiswa Bidikmisi sama-sama memberikan eksistensinya di ajang perlombaan apapun sesuai passion-nya masing-masing,” tutur Nanda.

Nanda juga menyampaikan tips agar terus istiqomah.

“Tips agar istiqomah adalah jangan mudah puas diri, terus selalu berjuang dan jangan pernah mundur,” tutupnya.

Nanda dan tim merupakan salah satu tim yang pantang mundur dan tidak kenal putus asa. Mereka adalah mahasiswa-mahasiswi Bidikmisi yang senantiasa terus berusaha tanpa mengenal kata menyerah, hingga menuai prestasi yang membanggakan bagi almamater dan Bidikmisi.

Semoga kita semua senantiasa memiliki semangat yang membara untuk terus berprestasi hingga menjadi jawara.

Bidikmisi, berprestasi tiada henti!

 

Reporter          : Amanatul Haqqil Ibad dan Nadya Erawati

Editor              : Nanda Ayu Luthfi Khofifah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *