Oleh: Irul Safitri
Jalan setapak membiaskan udara
Sore itu tercatat di rangkuman pagi
Sang surya meninggalkan pesan
Semburat kuning, hitam terlukis sempurna
Peristiwa berlalu begitu beku
Berdiri tegak dengan tatapan tajam
Memandang sejauh kekuasaan
Mengagumi karyanya yang tiada duanya
Tiada sawan yang menemani
Cahayanya begitu candu
Membuatnya mengokohkan tanjakannya
Tubuhnya diam dan sendiri
Hembusan angin merapuhkan
Hampir membuatnya hitam
Dunia semakin sunyi
Ia telah tenggelam
Menguatkan warna aslinya, gelap
Sekarang tinggal senja yang gosong
Senja di rinjani…
