Beta Untai Barua Bagi Satria Negara

Setiap kecaman tak bertepi, nan elok dalam tikaman maut

Bertaut dalam hening yang tak lekang dengan kata “Bantai”

Gejolak demi gejolak kian mencekram parang rancap

Menikam tanpa tergurat bercak darah

 

Selaksa harapan sedari terucap kata “merdeka!”

Setimpal dengan duri yang tertancap diseluruh rangka

Segores luka yang menyayat dan mengatasnamakan bangsa

Sungguh hal keji yang tersemat tiada prakarsa

 

Alih-alih merangkak bersama bidasan tanah liat

Makin menggores dengan alat kecil yang tersebut “Silet”

Dicap sebagai pengorbanan nan pembalasan sederajat

Dengan kata keadilan yang terucap secara ketat

 

Makna apa yang dicari dengan banyaknya skandal tak berarti

Terkadang kita yang duduk termangu di teras rumah menjadi pening

Entah mana yang sebenarnya benar dan mana yang sesalahnya salah

Merengkuh segala hal yang sulit didefinisikan

 

“Demi bangsa!”

“Demi masa!”

“Mari taklukan para pembelot!”

“Rasakan apa yang kami rasakan sebagai rakyat kecil!”

 

Begitulah ucap para rakyat yang tercuci pola pikirnya

Membantai 6 jenderal 1 perwira, 6 jam dalam 1 malam

Tak pantas jika hanya berlegok atas nama negara

Ambisi pemburu buas membidik tirani tak bersalah

 

Angin komunisme terhelat dalam diri

Menyerukan ketakutan yang teramat pedih

Hingga berpesta dengan menyakiti 

Para jenderal yang tak dapat berdiri

 

Dalam sejarah Indonesia telah terkenang bantaian manusia

Mematikan pembela negri memakai kata “mendesak”

Komunis yang bengis memegang kapitalis 

Meleburkan aksara kekejaman dalam rongga berlumur darah

 

Beta rangkai serpihan kecil bagi satria 

“Betapa hatiku takkan pilu, telah gugur pahlawanku”

“Betapa hatiku takkan sedih, hamba ditinggal sendiri”

Begitu lara tanpa pelipur lara

Pembela sejati yang terkapar 

Berseru “Allahuakbar! Allahuakbar! Allahuakbar!”

Dalam hembusan terakhirnya

 

Selamat jalan bagimu pahlawan pertiwi

Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani

Mayor Jenderal R Suprapto

Mayor Jenderal MT Haryono

Mayor Jenderal Siswondo Parman

Brigadir Jenderal D I Panjaitan

Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo

Lettu Pierre Andreas Tendean

Jasamu terkenang dihati beta teramat dalam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *