Buang Nyawa dan Sambutannya
Oleh: Chaula Intan Charir
Merambahi urat nadi,
ia gerogoti setiap diri.
Pada pertigaan belok kanan,
suburlah negosiasi lintingan daun ruas lima.
Memangsa-menunggangi remaja.
Berjanji bahagiakan masa depan.
(Adalah) ganja jawabnya,
adalah jaminan pelipur lara, ha ha ha.
Sekali dua kali beradu ilusi,
kemudian dilanjut delusi.
Berpedoman atas kata sejahtera.
Miris. Sudah terjerat,
terkunci di belakang pula.
Tak sadar buang nyawa.
Overdosis, rehabilitasi,
menjadi cerita makan siang.
Pengedar diringkus,
label korban dibungkus.
Disuapi doktrin penyembuhan,
seperti kata-kata ini:
Hargamu lebih mahal
daripada ekstasi.
Sambutlah tanganku,
Sungguh, kau layak berbahagia
di atas kebenaran.
Malang, 5 Juni 2022
