Oleh : Siti Maghfiroh
Bisa kamu bayangkan bagaimana rasanya terjaga semalaman dengan dada yang sesak sebab menyimpan banyak luka?
Saat sebagian orang mudah lelap dengan tidurnya, kamu justru menangis di sudut kamar dengan guling yang kamu peluk erat-erat sebagai penguat
Kenapa aku katakan ‘sebagian orang’?
Sebab jauh di sudut bumi bagian lain, banyak yang seperti kamu, kamu tidak sendiri dengan lukamu itu
Sesak memang saat kamu berharap bisa tidur dengan tenang tapi pikiran buruk, kecemasan, ketakutan, dan rasa sakit menghantui malammu
Tidak ada yang tahu bagaimana masa lalumu yang kelam dan kecemasan masa depan membuatmu terjaga semalam
Kenangan lama yang menyakitkan seringkali membuatmu ketakutan mengambil langkah di masa depan
Kamu terisak di sela-sela nafasmu yang tercekat, tersedu dengan tangan yang menutup rapat mulut agar orang rumah tak terbangun sebab tangismu
Kamu dipeluk ketakutan, sementara tidak ada orang yang mau menyelamatkanmu
Kamu menangis di sudut kamar, dengan hatimu yang semakin perih dan ucapan mulut jahat
Malam semakin gelap dan sunyi, hanya suara denting jam yang bisa kau dengar tapi justru tangismu semakin menjadi
Tubuhmu bergetar menahan sesak di dada
Kalau bisa, kamu mungkin berpikir tidak ingin memiliki hati agar tak merasakan sakit yang mendera
Kalau bisa, kamu mungkin akan memilih mati
Tapi kamu masih berpikir untuk menyenangkan orang lain
Paling tidak, kamu mati dalam keadaan bebas dari sakit hati.
Duhai tubuh yang semakin hari semakin rapuh, tolong jadilah kuat
Duhai kaki yang tidak lagi berpijak dengan tegak, aku memohon untuk bertahan sedikit lebih lama untuk mereka yang langkahnya masih panjang
Duhai hati yang semakin hari semakin koyak, tolong jangan lemah
Jangan sakit sedikit saja minta dikasihani
(Dan) kamu pikiran, tolong jangan mempengaruhi, jangan biarkan hal negatif meracuni
Untuk siapapun yang membaca ini, aku tahu ada banyak luka yang membuat dadamu sesak, ada banyak kecemasan, ketakutan, dan bayangan kegagalan di masa depan
Tapi Duhai, kamu kuat, tolong percaya padaku.
Kamu sudah melewati lebih dari seribu malam dengan air mata, jadi kamu pasti bisa melewatinya di masa depan ya?
Kamu sudah melewati hari dengan sangat baik, kamu tertawa, kamu sangat pandai menyembunyikan luka walau malamnya berubah menjadi manusia paling menderita
Tak apa, kamu hebat, percayalah.
Untuk siapapun yang membaca ini, kamu tidak sendiri
Saat kamu menangis di sudut kamar yang lampunya sengaja kamu temaramkan, Tuhan sedang menatapmu dengan senyuman kebanggaan
Bangga atas apa yang selama ini kamu perjuangkan, bangga bahwa kamu bisa kuat hingga detik ini
Bangga bahwa kamu menjadi manusia yang tidak ingin membuat manusia lain bersedih
Kamu mungkin merasa sendirian saat itu, tidak ada yang tahu kamu menangis, tidak ada yang merangkulmu dalam tangis, tapi Tuhan ada disampingmu kala itu
Mengusap kepalamu dengan lembut lalu berbisik “Aku menyayangimu wahai HambaKu yang kuat.”
Untuk siapapun yang membaca ini, tolong bertahanlah dengan luka-luka itu
Peluk dia erat-erat dan jangan kamu benci
Sebab dia yang akan mengajarimu arti kekuatan
Mengajari bagaimana tetap mencintai hal yang membuatmu terluka
Tidak perlu takut dengan kegagalan di masa depan, jalani apa yang ada sekarang
Perjuangkan dan berusaha sebaik mungkin yang kamu bisa
Kamu hebat, aku percaya
Kamu harus tahu ini, kamu hebat dengan luka-luka itu atau tanpanya sekalipun
Kamu hebat, sangat.
