Padamu dan De’Javu

Padamu

Habis kikis,

Terbitlah permata.

Habis gelap,

Terbitlah terang,

Yang terhumus oleh udara,

Yang pulang dengan suasana,

Yang pelik menarik angin,

Yang serupa dibalik udara.

Suasana malam yang terlelap oleh kegelapan,

Melambai pada bintang,

Segala ingatan yang terus menghilang,

Yang tak pernah bisa terukir untukmu, sang pelita.

 

De’javu

Detik dalam detik,

Menit dalam menit,

Hingga waktu dalam waktu,

Bertepatan pada pukul 00:00.

Ku merenungi, kuberpikir,

Sejauh mana dirimu merasakannya:

Dirundung duka,

Kehempasan udara,

Kehilangan oleh kenyataan.

Terdiam dalam ucapan,

Terjerat dalam jawaban,

Menunggu dalam kepastian yang dijanjikan

Hanya untuk sebuah ucapan yang tiada makna.

Yang terjerat hanyalah lukisan,

Terpenuhi goresan,

Terisi luka dan duka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *