Peserta Lolos Pendanaan PMW Bertambah, Bapak Andreas: Itu Kabar Baik!

Formadiksi UM News – Menjadi mahasiswa yang berprestasi merupakan salah satu hal yang diinginkan oleh setiap mahasiswa. Cara yang dapat ditempuh adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan maupun program pengembangan kemampuan diri. Universitas Negeri Malang (UM) menjadi kampus yang menyediakan peluang untuk mahasiswanya agar terus berusaha dalam mengembangkan kemampuan diri, salah satunya yaitu melalui program Pekan Mahasiswa Wirausaha (PMW) yang juga diadakan di tahun ini. Meski PWM tahun ini diadakan secara online, ternyata tidak menyurutkan semangat Mahasiswa UM untuk terus semangat dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai apa itu PMW UM, Reporter Formadiksi UM News berkesempatan mewawancarai Bapak Andreas Syah Pahlevi, S.Sn, M.Sn., selaku ketua tim pengembangan PMW serta dua mahasiswa UM yang berhasil lolos dalam pendanaan PMW UM tahun ini yaitu Roofi Anggara, Mahasiswa S1 Tenik Elektro angkatan 2017 dan Rahmatullah, Mahasiswa S1 Teknologi Otomotif angkatan 2020 untuk membicarakan mengenai motivasi yang mendorong mereka untuk berpartisipasi dalam PMW UM. Penasaran bukan? Yuk, simak selengkapnya!

Pandemi bukan menjadi penyurut prestasi

“PMW UM pertama didirikan tahun 2009. Konsepnya adalah menghimpun para pelaku usaha yang berwirausaha. Sebenarnya, sudah ada sebelum arahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), tetapi akhir-akhir ini potensinya lebih besar. Keberanian untuk memulai usaha dan arahan-arahan mata kuliah yang sampai level rintisan usaha baru, bagus juga di kampus kita. Akhirnya kita himpun menjadi sebuah sistem inkubator, yang diharapkan menjadi peluang sekaligus pengalaman kerja bagi adik-adik dan membuka lapangan pekerjaan.

PMW UM dibuka setiap awal tahun untuk bibit-bibit baru dan mulai bulan Januari juga sudah dilakukan sosialisasi, kemudian pendaftaran, lalu dilanjutkan dengan tahap seleksi. Tahun ini, alhamdulillahada sepuluh tim yang didanai dan itu baguskarena biasanya cuma dua atau tiga yang berhasil lolos. Tentu hal ini merupakan kabar yang baik, karena berarti di masa pademi ini minat mahasiswa untuk mengikuti kegiatan ini tergolong banyak.

Salah satu yang menjadi andalan sebagai alat motivasi adalah Expo. Kalau di tahun 2017, 2018, dan 2019 dilakukan Edu Expo secara langsung. Tahun 2020 lalu sempat libur, padahal sudah merencanakan, tetapi karena ada pandemi jadi ditunda dulu, baru kemudian tahun ini diadakan Expo secara virtual. Untuk Edu Expo yang dikonsep secara offline, pelaksanaan dan seleksinya juga dilakukan secara offline, tetapi karena tahun ini online, maka seleksi juga dilakukan secara online, dan peserta yang terpilih nanti akan dikirim ke nasional.

Nah, Edu Expo tersebut dibuat untuk mengapresiasi teman-teman semua, sehingga disediakan portal untuk bisa disaksikan. Mungkin masih ada kelemahan, tetapi setidaknya sudah dilakukan upaya untuk mewujudkan apa yang sebenernya ingin diungkapkan oleh para mahasiswa,” terang Andreas.

Kendala dalam peralihan pelaksanaan dari offline ke online

“Sebenarnya, kendala dari offline ke online ini banyak, salah satu yang tampak itu chemistry pendampingan itu berbeda. Kalau biasanya sering bertemu secara offline, semangatnya terlihat sekali. Kendala yang kedua terkait minat. Banyak yang merasa pandemi rasanya susah, tetapi itu untuk sebagian orang saja. Fakta yang didapat, minat dalam berwirausaha itu meningkat. Tandanya, kendala bisa dituntaskan oleh adik-adik untuk mencari peluang dalam kesempitan dan itu cerdas sekali,” ujar Andreas saat menuturkan kendala dalam PMW yang dilakukan secara online.

Hobi dan branding diri jadi titik awal ikuti PMW UM

“Motivasi awal mengikuti PMW UM karena ingin lebih dikenal dan saya juga branding-nya pemateri. Dari situ saya harus ada pencapaian, sebab orang itu melihatnya hasilnya. Ketika ada hasil maka orang akan mengapresiasi. Nah, dari sanalah motivasi saya untuk meraih suatu pencapaian karena saya ingin mem-branding diri sebagai influencer selain di bidang wirausaha,” ujar Roofi.

“Sebenarnya saya memulai usaha dari sebuah hobi. Dulu suka sama sound system dan hal yang berbau musik. Kemudian melihat kondisi di luar, ternyata yang ada hanya media sound system yang cukup besar. Akhirnya, saya mengambil kesempatan dari sana untuk membuat miniature sound. Perihal harga juga lebih bisa dijangkau oleh masyarakat. Usaha ini pun dikembangkan dari sebelum kuliah sampai sekarang. Saat ini, saya masih bekerja sendiri. Mungkin ada beberapa tim, tapi sifatnya hanya sementara. Untuk Malang Sound Miniature ini masih kepunyaan sendiri dan dipasarkan di market place seperti, Facebook, Instagram, dan WhatsApp. Harapannya, semoga di masa depan bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru, bisa memperkerjakan orang, atau mungkin mahasiswa UM sendiri,” sambung Rahmatullah.

Harapan besar adanya PMW UM

“Saya rasa anak UM itu tidak hanya di-image-kan menjadi guru. Ada sisi-sisi lain yang bisa digali dan saya percaya karena kita sudah dua kali menjadi juara umum. Itu membuktikan bahwa meskipun dulunya kita Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang serta banyak di-image-kan ke pendidikan, tetapi kita mampu meranah dalam bidang kewirausahaan,” jelas Pak Andreas.

“Harapan saya, pertama, prestasi harus selalu dikejar karena itu merupakan rekam jejak. PMW UM ini merupakan suatu rekam jejak. Ketika Anda membuat usaha, itu sudah termasuk dari rekam jejak, apalagi sampai didanai, bahkan kalau sampai menjadi juara. Kedua, PMW UM ini bisa menjadi dasar untuk memotivasi adik-adik agar ada image bahwa menjadi mahasiswa itu tidak harus di kampus atau kuliah. Konsep merdeka belajar salah satunya adalah kewirausahaan, menteri kita juga wirausahawan. Ini membuktikan bahwa kuliah itu bukan kendala. Saya berharap, kegiatan berwirausaha ini tidak menjadi kendala untuk kuliah maupun sebaliknya.” Imbuhnya pada akhir wawancara.

Nah, demikan hasil wawancara Reporter Formadiksi UM dengan tiga narasumber yang memiliki pemahaman lebih mengenai PMW UM. Semoga, bisa menjadi motivasi dan pendorong semangat bagi teman-teman semua untuk terus berkembang khususnya dalam bidang kewirausahaan dan menjadi salah satu agent of change dalam memciptakan lapangan pekerjaan bagi banyak orang.

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

KIP Kuliah! Generasi Muda, Semangat Berprestasi!

Reporter          : Chaula Intan Charir dan Agnes Tiara

Editor              : Mufid Zahir Hilmy

adidas heliopolis hotel in dubai , adidas concord ankle fur sneakers boys running Release Date Info , MysneakersShops | Reflective’ — Ietp – Adidas girls adidas baseline rose gold boots for women V2 ‘Citrin Non – adidas dark green slides on sale on craigslist

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *