Resensi Film “How to Make Millions Before Grandma Dies”

Identitas Film

  1. Judul: How to Make Millions Before Grandma Dies
  2. Sutradara: Pat Boonnitipat
  3. Genre: Drama Komedi
  4. Tahun rilis: 2024
  5. Negara asal: Thailand

Sinopsis

“How to Make Millions Before Grandma Dies” adalah film drama komedi Thailand yang mengisahkan tentang M (Billkin Putthipong Assaratanakul), seorang pria muda yang rela meninggalkan kariernya sebagai streamer game untuk merawat neneknya yang biasa dipanggil Amah Mengju (Usha Seamkhum), yang mengidap kanker usus dan diperkirakan hidupnya tidak akan lama lagi. Namun, M melakukan niat baiknya ini tanpa ketulusan. Ia berusaha memenangkan hati Amah supaya mendapatkan warisan jutaan dolar. Ternyata ia harus bersaing dengan anggota keluarga lain yang juga berharap mendapatkan bagian dari harta Amah. Seiring berjalannya waktu niat M berubah. Ia justru semakin sadar dan belajar menghargai nilai kebersamaan dan kasih sayang. Akhirnya, M menemukan makna sejati dari keluarga ketika Amah meninggalkan pesan mendalam untuknya.

Alur Cerita

Film ini mengisahkan hubungan antara seorang cucu laki-laki bernama M dan neneknya alias Amah. Cerita dimulai ketika M yang awalnya cuek dan keras kepala, rela meninggalkan pekerjaannya sebagai streamer game untuk merawat Amah yang menderita kanker usus dan diprediksi hidupnya tidak akan lama lagi. Akan tetapi niat awal M bukanlah untuk berbakti, melainkan untuk mendapatkan warisan neneknya. M melakukan ini karena terinspirasi oleh sepupunya yang memperoleh warisan penuh setelah merawat kakeknya yang meninggal dunia.

Amah memiliki tiga anak yang semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Anak pertama Amah, yang hidupnya lebih layak dan kaya, sempat menawari Amah untuk tinggal bersamanya, namun ternyata anak pertama juga berniat mengincar warisan. Orang tua M atau anak kedua Amah, sibuk dengan pekerjaannya sehingga jarang meluangkan waktu untuk Amah walaupun mereka sebenarnya tulus ingin merawat. Anak terakhir Amah belum menikah dan pengangguran, ia yang paling bermasalah karena terlilit hutang dan sering mengambil uang nenek secara diam-diam.

M yang dianggap sebagai pengangguran karena hanya menjadi streamer game, akhirnya memutuskan untuk merawat neneknya. Dalam upayanya meraih hati sang nenek, M menjalani kehidupan sehari-hari bersama Amah. Selama waktu mereka bersama, M mulai merasakan kasih sayang yang tulus dari neneknya. Mereka berbagi momen berharga, seperti ikut berjualan,

memasak, dan mendengarkan cerita masa lalu Amah. Momen ini membuka mata M tentang arti penting keluarga dan betapa berharganya waktu yang dihabiskan bersama orang yang dicintai. Transformasi karakter M pun terjadi, dari seseorang yang egois menjadi lebih empatik dan penuh kasih sayang.

Setelah adanya berbagai konflik dan kompetisi sengit antar saudara, rumah Amah akhirnya diwariskan kepada anak terakhir Amah, karena menurutnya ia lah yang paling membutuhkan akibat hutang yang dimilikinya. Selain itu, terdapat plot twist yang mengejutkan di mana setelah Amah meninggal, ternyata rumah bukan satu-satunya warisan peninggalan Amah. Saat M masih kecil, Amah diam-diam membuatkan deposito untuk M karena prestasi akademiknya yang cemerlang. Hal ini juga mengingatkan M bahwa saat masih kecil, ia berjanji untuk membelikan rumah yang bagus untuk Amah. Kemudian dengan perasaan bahagia, M langsung menarik semua uangnya bukan untuk berfoya-foya, melainkan untuk membeli sebuah lahan pemakaman elit sebagai “rumah terakhir” Amah.

Pesan dan Makna

Film ini mengajarkan tentang pentingnya hubungan dan kasih sayang di antara anggota keluarga. Selain itu, film ini menekankan pentingnya menjaga janji dan mengemban tanggung jawab terhadap orang tua atau nenek, bahkan ketika mereka sudah tiada. Warisan yang paling berharga bukanlah benda atau uang, tetapi kenangan, pengalaman bersama, dan kasih sayang yang diberikan oleh orang yang kita cintai. Transformasi karakter M dari yang egois menjadi lebih empatik menyoroti pentingnya ketulusan dalam perbuatan serta memahami kebutuhan dan perasaan orang lain.

 

Kelebihan

1. Mengusung Tema yang Sesuai dengan Kehidupan Nyata

Film ini berhasil mengangkat tema tentang hubungan keluarga, tanggung jawab, dan nilai-nilai kehidupan. Hal ini membuat penonton dapat merasa terhubung dengan cerita.

2.  Akting Pemain yang Mengesankan

Para pemain utama, seperti Billkin dan Taew Usa Semkhum, berhasil menghadirkan karakter yang kompleks dengan baik. Mereka mampu mengungkapkan berbagai emosi seperti sedih, haru, dan tawa, sehingga penonton seolah-olah ikut merasakan emosional karakter dalam film ini.

3. Efek Sinematografi yang Sederhana dan Natural

Film ini memberikan nuansa kehidupan sehari-hari yang sederhana dan natural. Pengambilan gambar yang tidak berlebihan membuat penonton merasa lebih terhubung dengan cerita yang disajikan.

Kekurangan

  1. Plot yang Klise atau Terlalu Diprediksi

Perubahan karakter M yang awalnya egois dan kemudian berubah menjadi penuh kasih sayang, sering kali terlihat umum dalam banyak cerita yang serupa. Hal ini dapat membuat ceritanya terlalu dapat diprediksi bagi sebagian penonton.

Kesimpulan

Film “How to Make Millions Before Grandma Dies” menggambarkan perjalanan emosional M, seorang cucu yang awalnya memiliki motif tidak murni dalam merawat neneknya, Amah. Namun, melalui pengalaman bersama, M belajar menghargai nilai-nilai keluarga, kasih sayang, dan tanggung jawab. Film ini mengingatkan pentingnya menghabiskan waktu bersama orang yang dicintai, menjaga hubungan keluarga dengan baik, dan memahami bahwa pengabdian dan kasih sayang yang tulus jauh lebih berharga daripada segala harta dunia. Dengan alur cerita yang menarik dan penuh kejutan, serta akting yang memukau dari para pemain utamanya seperti Billkin dan Taew Usa Semkhum, film ini cocok untuk mereka yang mencari hiburan dengan sentuhan emosional dan pesan moral yang kuat.

2 thoughts on “Resensi Film “How to Make Millions Before Grandma Dies””

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *