Sejak Kau Hadir, Corona
Karya: Rina Sari
Terasa sepi, mencekam dan menghantui
Bak zaman perang yang begitu menakuti
Kasap tak terlihat, namun bak pembantai
Kenyamanan lenyap, dia seolah mengintai
Tak disangka, kemarin kita masih tertawa
Duduk bersama dengan canda yang ria
Namun, ketika corona hadir tanpa permisi
Kita tak bisa bertatap untuk sekadar berdiskusi
Temu yang dulunya candu kini hanya sebatas rindu
Rutinitas yang dulu menjemukan kini membeku
Aku rindu begitu rindu… namun situasi kacau
Kita dibatasi oleh jarak juga tutupan pintu-pintu
Pertiwi kini murung, mendung tak bercahaya
Seakan mentari merajuk dan bersembunyi
Tuhan mohon ampuni kami yang tak berdaya
Biarkan pertiwi dan burung kembali bernyanyi
Mungkin, ini teguran dari sang pemberi kehidupan
Mungkin, ini peringatan dari sang pengatur kehidupan
Mungkin, ini pelajaran dari sang pelebur kehidupan
Mungkin kita terlalu terlena pada gemerlap kehidupan
Menangis tak akan ubah apa yang telah berubah
Jika kau tersesat, kembali dan jangan lagi berulah
Hening tak akan pernah bersuara jika hanya diam
Ingat Tuhanmu dengan ikhlas yang bersemayamSneakersbeShops® , Shop Online For Luxury, High-End Fashion, Expensive & Authentic Designer Brands | New Balance 550 ‘Sea Salt Black’ — Jofemar
