Tentang Ayahku

Ayah..

Bergetarkah hatimu saat kusebutkan kata itu

Bayangan memori apa yang kau ingat tentang nama itu

Apakah kau ingat wajahnya yang mulai mengeriput

Kau Tahu yang kumaksud bukan?
Ya, dialah orang yang mungkin belum sempat kau buat bahagia

Dan ini adalah isi hati seorang anak yang kemudian membias

Izinkan aku merangkainya menjadi bait bait indah


Teruntuk Ayah..

Kebangganku, Pahlawanku, Kekuatanku, dan segalanya

Bangga, diri ini dititipkan kepadamu

Hari ini aku berpijak diatas kakiku sendiri

Atas dedikasimu yang membuatku kukuh

Pengorbananmu, demi merangkai patahan mimpiku

 

Kau tau ayahku?

Dialah pahlawan yang kuat tanpa harus berubah menjadi superman

Dia Tegas dan lugas tetapi tidak keras

Dia mencintai dengan tulus dan tak pernah pupus

 

Ayahku hebat dalam hal berpura pura

Dia tidak pernah mengeluh walau mengalir keringat dan peluh

Dia tidak pernah bersuara walau Pikirannya berkecamuk Riuh

Dia tidak pernah menangis walau hatinya teriris iris

Yang aku tau tentang ayahku,

Dia  penuh cinta, hangat tak bersekat

Tutur nasihatnya sarat dan membangun semangat

Dia terlalu sibuk Berjuang membangun mimpi mimpiku

Hingga dia mengubur dunianya dalam teluh

Dia keras kepala untuk bekerja terlalu keras

Hingga di hiraukannya Fisik yang tak lagi kuat

Dia terlalu kikir untuk berbagi keluh kesahnya denganku

Dia juga pembohong, soal dunianya yang hancur

Tetapi berlagak seolah semuanya baik baik saja

Aku heran, apakah tuhan menciptakannya memang sekuat itu

Atau dia yang terlalu kokoh

 

Entahlah, aku tak pernah melihat air matanya luruh

atau memang aku tak tau?
Lelahnya itu, tak terlihat dan tak terjamah

Do’a do’anya pun tak bersuara

sayup, begitu lirih tak terdengar

hanya terbisikkan di sela kening dan sajadah

lalu do’a itu menembus langit

bakkan cahaya yang menembus kegelapan

 

Ayah terima kasih, 

Karena langkahmu yang tegar

Memapahku menempuh jalan yang benar
Mendorong mimpiku berlayar

Darimu aku belajar meniti Hidup

Menapaki jalan-jalan yang redup

Menyanggah Ku sebelum aku jatuh dan telungkup

 

Ayah,

Waktu berlalu begitu cepat

Hingga masa itu hanya habis sesaat

Lagi lagi karenanya aku mematung tak berkutat

Bahkan hingga kisah ini tamat

Aku mencoba menggenggam ingatan tentangmu

Tapi dia Hilang kosong di tangan, Raib

Seakan aku tak cukup memiliki kuasa itu

 

Oh tuhan, ini terlalu singkat
Seandainya waktu sedikit tahu

Aku tak ingin semua ini cepat berlalu

Tuhan, kumohon dengarkan pintaku

Bagiku dia bukan hanya dunia ku tetapi juga hidupku

Izinkan aku menjadi “bahagia” untuknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *