Decision

Decision

Oleh: Siti Imro Atusholekah

Deru mesin saling bersahutan seakan-akan tiada waktu untuk saling mengalah, hologram bergantian memenuhi pusat dunia dengan berbagai tayangan yang dirasa akan menarik minat para masyarakat. Di sinilah dunia baru akan dimulai, kehidupan yang nyatanya tak sehebat yang aku bayangkan. Sejak kecil impiannya tak pernah berubah, mimpi untuk mendapatkan kesempatan bergabung di dalam dunia baru yang penuh dengan para penemu teknologi termuka. Gadis dengan tubuh semampai ini lahir dan besar di Distrik Tempo, distrik dengan fasilitas teknologi yang tertinggal padahal kami juga termasuk dari bagian Dunia Techno. Dunia Techno memiliki 4 distrik yang terbagi sesuai dengan bidangnya, ada Distrik Gogreen, Muth, Hack, dan Tempo, dan terdapat pusat dunia yang berada di titik tengah pertemuan antara semua distrik. Kakiku saat ini berada di gerbang masuk ITC atau yang biasa disebut sebagai pusat kontrol semua distrik.

Sejak awal aku menginjakkan kaki di sini banyak hal yang menakjubkan terjadi, bahkan semua itu tak pernah kulihat di distrik yang kutempati. “Ada yang bisa saya bantu?” Tanyanya. “Saya berasal dari Distrik Tempo, saya ke sini atas undangan Kepala Dunia Techno”. “Apakah Anda Nona Jesslyn Ecotika? Jika benar, kedatangan Anda sudah ditunggu sejak tadi oleh pimpinan, mari ikuti saya!” Aku pun melangkahkan kaki mengikuti arahannya. Saking sibuknya mengamati keadaan sekitar membuatku tak sadar jika pintu pimpinan ada di depanku, “Mari nona silakan masuk! Pimpinan sudah menunggu Anda di dalam”, “Baiklah dan terima kasih atas bantuannya.” Selepas mengucapkan terima kasih, gadis dengan rambut sebahu segera memasuki ruangan yang ada di depannya. Seorang wanita dengan tatapan tajam menyambutnya, “Oh, ternyata kau gadis yang berhasil membobol sistem keamanan pusat ITC. Kemampuanmu cukup menakjubkan padahal kau anak yang lahir dari Distrik Tempo, distrik dengan fasiltas teknologi yang serba seadanya,” ucapnya sembari memandang sinis ke arah Jess.

“Aku memang lahir di Distrik Tempo, tapi aku memiliki pemikiran yang sama dengan kalian yang tinggal di pusat dunia”, “Aku menyukai keberanianmu gadis kecil, perkenalkan aku Annaty D’comp. Kaubisa memanggilku Miss Ann. Saat ini aku membutuhkanmu untuk bergabung dengan Tim MsDe, tim yang nantinya akan bertugas menangani berbagai macam perkembangan distrik di dunia ini. Apakah kau tertarik bergabung?” Pertanyaan yang dilontarkan Miss Ann nyatanya tak mampu dijawabnya dengan cepat, dia harus memikirkan segala risiko ke depannya. Melihat keraguan di mata, Miss Ann hanya tersenyum dingin, “Begitu kau bergabung dalam tim ini, kau diharuskan melupakan distrik asalmu dan melakukan semua misi secara profesional. Jika kau masih merasa bingung, kau kuberi waktu lima menit untuk memikirkannya”.

Jess memanfaatkan waktu yang diberikan untuk menganalisis segala kemungkinan yang akan terjadi ke depannya. “Aku terima tawaranmu Miss Ann”, “Jika begitu kaumulai bergabung dengan timmu besok pagi dengan misi pertama kalian, basecamp-mu ada di lantai 54 blok c di gedung ini,” ucap Miss Ann. Setelah mengetahui tempat tinggalnya, Jess segera berpamitan dan memilih menuju tempat yang sudah ditunjukkan.

…………………….

Misi pertama yang akan dilakukannya telah dimulai. Jesslyn akan melakukan misi pertama sendirian sebagai ajang penilaian dirinya. Misi yang diberikan tak jauh berbeda dari apa yang dia lakukan di distriknya. Dirinya hanya perlu meretas ulang sistem yang ada di Distrik Hack yang terkenal sebagai tempat para hacker tinggal. Cukup sulit nyatanya untuk meretas sistem milik distrik tersebut, butuh waktu 10 jam hanya untuk melakukan langkah awal dari rencananya. Hal tersebut tak menyurutkan semangatnya, dia berusaha untuk memenuhi target dari misinya.

Tetapi ketika misi yang dijalankan hampir mencapai 100%, kenyataan baru menghantam pikirannya. Bagaimana tidak, di dalam komputernya terlihat jelas risiko apa yang akan dia terima, “Peperangan antardistrik akan segera dimulai, alat penentu

kemenangan ada di tangan seorang gadis muda keturunan Distrik Tempo, tetapi sayangnya pihak ITC telah berhasil membuatnya memihak pada mereka. Kini dunia tanpa teknologi akan segera hancur. Dunia yang penuh kekuatan teknologi akan segera dimulai dan manusia dengan kemampuan di bawah rata-rata akan dimusnahkan”. Begitulah isi dokumen hasil peretasannya, sepertinya Miss Ann tidak mengetahui jika Distrik Hack mulai mengetahui rencananya.

Jess diterpa rasa bimbang, bagaimana bisa dirinya ditipu dengan begitu mudahnya. Bahkan, dirinya akan dijadikan sebagai tombak peperangan antardistrik ini. Memori tentang masa kecilnya, teman dengan kemampuan di bawah rata-rata yang menjadi penduduk mayoritas Distrik Tempo. Dirinya tak bisa membayangkan bagaimana jadinya nanti distrik tempat dirinya berasal, “Aku tak mungkin menghancurkan distrikku sendiri atau bahkan menyebabkan peperangan antardistrik. Aku harus segera mencari cara untuk keluar dari tempat ini dan menggagalkan rencana Miss Ann,” batinnya. Dia tak mungkin begitu saja meninggalkan tempat ini sekarang, akan menimbulkan banyak kecurigaan terhadapnya dan demi menutupi itu semua dia harus menyelesaikan misi ini. Ketika misi yang dia jalankan terselesaikan dia segera mengemasi semua perangkat laptopnya dan memilih menjalankan rencananya ketika Miss Ann dan para petugas ITC mulai lengah.

Kesempatan itu datang dengan begitu cepat, bahkan pembicaraan yang dia dengar membuatnya tersenyum kemenangan. Jess mendapatkan info di mana pusat kontrol sistem ITC berada yang berarti dirinya memiliki kesempatan besar untuk menghancurkan sistem ITC sebelum virus buatan disebarkan ke perangkat setiap distrik yang akan menyebabkan peperangan. Dengan langkah tegap dirinya mulai menuju lantai tertinggi gedung ITC untuk melancarkan aksinya, dengan kemampuan yang dimiliki Jess mampu dengan mudah melewati berbagai sistem keamanan yang ada. “Hufftt…untung aku selalu membawa perangkat laptop yang sudah kurombak, jika tidak, bisa butuh waktu berjam-jam untuk membobol sistem ini,” batinnya. Ketika Jess berada di depan kotak kontrol sistem ITC dirinya segera menyebarkan virus melalui sistem laptopnya dan menembus langsung ke dalam sistem komputer pusat ITC.

Begitu virus buatan Jess membobol sistem komputer ITC, berbagai alat teknologi mengalami eror yang menyebabkan munculnya kepanikan di penjuru dunia. Dirinya memilih untuk bergegas turun dari gedung ini sebelum pihak keamanan menemukannya. “Dunia dengan kemajuan teknologi memanglah menjamin, tapi kami para manusia tetaplah makhluk berhati yang mampu berada di atas teknologi terlepas dari golongan apapun kami, karena nyatanya kami adalah pemilik hal istimewa yang tak mungkin digantikan oleh para robot,” ucapnya dalam hati.

END

Identitas

Nama : Siti Imro Atusholekah No. Wa : 085850148503

Akun Medsos: @sit_iimro

Nama & No Rek: Ipul Cokro Trengganis / 000901060833500 E-mail : sitiim609@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *