Oleh: Sefira Laila Nur Azizah
Pagi menjadi awal perjuangan merajut asa
Siang adalah ajang lomba pemenuhan standar manusia
Senja menjadi pelipur lara akan jatuhnya ekspektasi pada semesta
Dan malam adalah teman terbaik untuk bercerita atas peliknya dunia
Hampa…
Semuanya hambar tak terasa
Bukan keadaan ini yang diharapkan tiba
Tapi, ia selalu hadir memenuhi ruang di dada
Sebenarnya hanya ada satu pinta
Bahagia…
Bahagia yang tak ada ujungnya
Kedamaian hati adalah salah satu kuncinya
Tanpa sadar ada yang terlupa
Pencipta adalah Sang Pemberi Rasa Bahagia
Nelangsa hati, apakah diri sungguh jauh dari Sang Pencipta Alam Semesta?
Hingga hati kosong kecewa dengan pengharapan pada manusia
Sudah sepantasnya diri ini bersimpuh kepada-Nya
Berharap dan memohon hanya kepada-Nya
Jika memang kebahagiaan adalah tujuan utama
