Sebuah Renungan

Sebuah Renungan

Oleh: Elsa Fatmasari

Indonesia sedang berbangga hari ini, mengenang jasa pahlawannya yang siap mati membela negeri. Indonesia sedang berbangga hari ini, mengenang sebuah momen yang sangat berarti, yang mengubah wajah indonesia hari ini menjadi lebih berseri. Ya, hari ini kita bersama-sama memperingati, sebuah peristiwa penting dalam sejarah kemerdekaan bumi pertiwi. Peristiwa ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928.

Sebuah pertanyaan kemudian menyeruak di dalam benak Sang Ibu, “sudahkah anak bangsaku tahu tentang peristiwa yang terjadi 93 tahun yang lalu?”.

Sebagian dari kita dengan lantang mengatakan “iya”. Namun, dimanakah sebagian orang lagi yang masih bungkam tak bersuara? Mengakunya bagian dari Bangsa Indonesia, namun tidak tahu sejarah bangsa. Mengakunya bagian dari Bangsa Indonesia, namun tidak mau menghayati dan mempelajari sejauh apa dan sekeras apa para pendahulunya memperjuangkan hak-hak negeri tercinta.

Indonesia tanah tumpah darah, Indonesia dibangun di atas darah, lelah, dan pengorbanan para pahlawannya. Hari ini kita bersyukur dapat berdiri di atas kenikmatan, kebebasan, dan kemerdekaan yang selalu diimpikan dan diperjuangkan mati-matian oleh mereka, sang pahlawan kemerdekaan. Namun kita yang di sini sekarang, sudah berbuat sampai mana untuk memajukan negeri tercinta?

Jangan mau menjadi generasi penerus bangsa yang hanya duduk menikmati kemerdekaan. Berdirilah, lalu lanjutkan perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan. Bangkitlah, dan lanjutkan perjuangan untuk mewujudkan Indonesia yang semakin gemilang. Lalu, dari mana kita harus memulai?

“Jasmerah: jangan pernah sekali-kali melupakan sejarah”, begitulah penuturan dari bapak proklamator kemerdekaan di dalam salah satu pidatonya. Berangkat dari mempelajari dan meresapi sejarah kemerdekaan, lalu kita ambil setiap pembelajaran sebagai pedoman dalam meneruskan perjuangan.

Peristiwa Sumpah Pemuda memberikan pembelajaran kepada kita bagaimana cara menjaga dan merawat keutuhan negara kesatuan. Telah kita ketahui bersama bahwa Indonesia berdiri di atas keberagaman, yang dapat mengancam sekaligus memperkuat dan memperkaya. Sejarah turut membenarkan sebuah istilah yang bunyinya “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Sejarah telah mencatat bahwa keberhasilan Bangsa Indonesia tidak terlepas dari persatuan, salah satu buktinya telah tertuang di dalam butir-butir ikrar yang digaungkan oleh para pejuang muda di dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Sembari mengingat, mari kita turut serta berikrar, dan sembari mencari pembelajaran, mari kita memantapkan hati untuk melanjutkan perjuangan.

Butir-butir ikrar Sumpah Pemuda:

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.

Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Demikianlah ikrar yang digaungkan oleh para pemuda pada peristiwa Sumpah Pemuda, 1928. Setiap bagian ikrarnya memiliki arti yang begitu dalam bukan? Namun jangan hanya dibaca saja kemudian dilupakan, namun dicerna dan diberi makna pada setiap bagiannya.

Saudara-saudariku,

Indonesia sedang berbangga hari ini, jika hanya anak bangsanya mau mengenang jasa pahlawannya yang siap mati demi memerdekakan negeri. Indonesia sedang berbangga hari ini, hanya jika anak bangsanya mau memahami arti Sumpah Pemuda bagi NKRI. Indonesia sedang berbangga hari ini, hanya jika anak bangsanya mau peduli akan jadi seperti apa wajah negeri ini di esok hari.

Maka, selain mendoakan mereka yang telah tiada demi membela negeri tercinta, sudah sepatutnya kita sebagai generasi penerus bangsa, khususnya kaum muda, agar turut memperingati dan mempelajari peristiwa sejarah Sumpah Pemuda, kemudian mempersiapkan diri untuk melanjutkan perjuangan demi menjaga kemerdekaan dan keutuhan negara kesatuan.

Hari ini, mari kita kabarkan kepada dunia bahwa kita benar-benar bangga, Indonesia sedang berbangga hari ini atas para pahlawannya. Kabarkan kepada dunia, agar dunia tahu bahwa sampai saat ini Bangsa Indonesia masih terbakar api semangat perjuangan, hingga tak ada satupun dari mereka berani datang dan mengusik kemerdekaan. Kabarkan kepada semuanya, agar rekan dan saudara kita turut mengingat, arti penting dari peristiwa Sumpah Pemuda.

Percayalah, Sang Ibu sedang tersenyum hari ini melihat anak bangsanya mau memperingati dan mau peduli, seperti saat-saat ketika kalian membaca tulisan ini.

#remindertomyself

#remindertoindonesia

nike-air-force-1-shadow-lucky-charms-dj5197-100-date-sortie | 『アディダス』に分類された記事一覧

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *