Di kaki gunung pertiwi, kau berdiri teguh,
Lima sila menjulang, seperti bintang di langit biru,
Cahaya kebenaran yang tak pernah padam,
Menyinari jiwa-jiwa yang terjaga dalam damai.
Bukan hanya kata, tapi napas bangsa,
Mengalir deras dalam sungai sejarah,
Di balik luka, kau tunjukkan kesaktian,
Bagai pohon beringin, tak goyah oleh badai.
Sila pertama, seperti matahari pagi,
Menebar hangat dalam keragaman iman,
Sila kedua, gemericik sungai kasih,
Menghapus lara, memeluk kemanusiaan.
Keadilan menari dalam riak sila ketiga,
Satu dalam perbedaan, satu dalam cinta,
Sila keempat, suara rakyat menggema,
Membangun takhta dengan hikmat dan nurani.
Di tanah yang subur, sila kelima berpijak,
Tumbuh keadilan, menjulang seperti bambu,
Tak pernah patah meski ditiup angin,
Teguh memeluk keadilan yang abadi.
Pancasila, jantung pertiwi,
Kau kesaktian yang tak terkalahkan,
Dalam setiap denyut, kami bersumpah,
Menyemai cinta, menjaga amanah.
