Mengabdi dengan Hati, Menginspirasi dengan Aksi dalam Bakti Formadiksi UM

Formadiksi UM News – Di tengah perkembangan era digital, kepedulian sosial dan nilai-nilai kasih tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan. Sebagai generasi penerus, mahasiswa diharapkan mampu mempertahankan kepedulian terhadap sesama dan mewujudkannya melalui tindakan nyata. Hal tersebut turut diwujudkan melalui Bakti Formadiksi UM, salah satu program kerja Divisi Pengabdian dan Sosial Forum Mahasiswa Bidikmisi dan KIP Kuliah Universitas Negeri Malang yang bertujuan meningkatkan rasa cinta kasih dan kepedulian sosial mahasiswa penerima KIP Kuliah UM. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat hubungan persaudaraan antarmahasiswa penerima KIP Kuliah sekaligus memberikan manfaat bagi panti asuhan atau lembaga pemberdayaan anak.

Bakti Formadiksi UM tahun 2026 mengangkat tema “Mengabdi dengan Hati, Menginspirasi dengan Aksi”. Tema tersebut mencerminkan semangat pengabdian yang berlandaskan ketulusan, kepedulian, dan empati terhadap sesama. Pengabdian tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan, tetapi juga sebagai upaya membangun hubungan yang bermakna melalui kehadiran, perhatian, dan kontribusi nyata.

Pelaksanaan Bakti Formadiksi UM melibatkan mahasiswa penerima KIP Kuliah UM sebagai panitia dan volunteer, khususnya mahasiswa penerima KIP Kuliah angkatan 2023–2026. Kegiatan ini juga akan melibatkan pihak panti asuhan, yayasan atau lembaga yang menjadi lokasi pelaksanaan. Dalam hal ini, pihak penerima manfaat tidak hanya berperan sebagai penerima bantuan, tetapi juga menjadi mitra dalam menyesuaikan rangkaian kegiatan dengan kondisi dan kebutuhan anak-anak di lokasi tersebut.

Reporter Formadiksi UM News telah mengantongi informasi dari beberapa narasumber terkait persiapan pelaksanaan Bakti Formadiksi UM tahun 2026, di antaranya Ifan Hari selaku Ketua Pelaksana Bakti Formadiksi UM 2026 dan Vira Safitri selaku Koordinator Divisi Pengabdian dan Sosial. Lantas, bagaimana persiapan pelaksanaan Bakti Formadiksi UM tahun 2026? Yuk, simak liputan berikut!

Dalam pelaksanaan Bakti Formadiksi UM, persiapan sebelum hari H menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kelancaran kegiatan. Berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Ifan Hari selaku ketua pelaksana mengungkapkan bahwa panitia melakukan sejumlah persiapan, mulai dari menentukan lokasi hingga membagi tugas kepada setiap tim. 

“Persiapan pertama yang kami lakukan adalah mencari dan menentukan panti asuhan atau yayasan yang sesuai dengan konsep serta tujuan kegiatan. Setelah tempat ditentukan, kami mulai merancang seluruh rangkaian acara agar setiap kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Selanjutnya, seluruh tugas dan tanggung jawab dibagi secara merata ke dalam beberapa tim, kemudian setiap tim membagi kembali job desc tersebut ke masing-masing anggota. Dengan pembagian tugas yang terstruktur, kami berharap setiap bagian dapat menjalankan perannya dengan baik sehingga seluruh rangkaian Bakti Formadiksi UM tahun 2026 dapat berjalan dengan lancar dan maksimal,” ungkap Ifan Hari.

Sementara itu, tema “Mengabdi dengan Hati, Menginspirasi dengan Aksi” tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan. Melalui tema tersebut, volunteer diharapkan dapat memahami bahwa pengalaman yang diperoleh bukan sekadar tentang menjalankan sebuah kegiatan, melainkan juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, memahami kondisi orang lain, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

“Sementara bagi masyarakat, khususnya anak-anak, kami ingin menghadirkan pengalaman belajar, bermain, dan berinteraksi yang menyenangkan serta berkesan. Dengan konsep yang kreatif, edukatif, dan interaktif, kami berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang bermakna bagi kedua pihak,” tutur Vira Safitri selaku Koordinator Divisi Pengabdian dan Sosial. Lebih dari sekadar pelaksanaan program kerja, Bakti Formadiksi UM diharapkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi peserta maupun masyarakat. Vira Safitri berharap kegiatan tersebut dapat mendorong mahasiswa untuk memiliki kepekaan sosial yang tidak berhenti setelah kegiatan selesai. 

Ia menambahkan bahwa pengalaman selama kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta kasih, kepedulian sosial, kemampuan bekerja sama, dan semangat berbagi yang terus dibawa oleh peserta setelah kegiatan berakhir. Vira Safitri juga menyampaikan harapannya terhadap pelaksanaan Bakti Formadiksi UM tahun 2026. “Dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mengabdi dengan lebih nyata. Di sisi lain, kami juga berharap kehadiran kami dapat memberikan kebahagiaan, motivasi, dan manfaat bagi anak-anak serta lembaga yang menjadi penerima manfaat,” tambah Vira Safitri.

Dengan berbagai tujuan dan manfaat yang dibawa, partisipasi mahasiswa penerima KIP Kuliah UM menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Bakti Formadiksi UM. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk berkontribusi kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kepedulian sosial, mempererat hubungan antarmahasiswa, serta belajar memahami kebutuhan dan kondisi orang lain secara langsung.

 

Bidikmisi! Berprestasi Tiada Henti!

KIP Kuliah! Generasi Muda Semangat Berprestasi!

Formadiksi UM! Sukses!

 

Reporter: Jihan Fabilah

Editor: Anika Putri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *