To Do List

Karya Nurul Cholifah

Langit malam bertabur gemerlap bintang-bintang yang indah, cahaya rembulan
memancar terang, tak sedikitpun terlihat gumpalan awan di langit. Malam ini sangat
menyenangkan bagi siapapun yang merasakannya. Tapi, tidak dengan seorang gadis yang
ada di dalam rumah. Di kamarnya Alisha duduk dengan memandang sticky note yang
sengaja ia tempel di meja belajarnya.
“Punya banyak keinginan, tapi kurang usaha,” gumam gadis tersebut pada dirinya
sendiri.
Kring… Kring… Kring… Handphone nya berdering, tak salah lagi temannya yang
menyebalkan menghubunginya.
“Tapi lupamu gak wajar Alisha! udah sana cepet kerjakan sebelum besok kamu
dihukum sama Bu Indah gara-gara gak ngerjain PR, udah tau Bu Indah killer banget, masih
aja cari gara-gara kamu,“ ucap seorang di seberang sana. Tak salah lagi temannya akan
secerewet ini.
“Haduh iya iya,” ucap Alisha dengan menggerutu, tak lama pun sambungan telepon
terputus.
Alisha menghela napas panjang, kini lingkungannya dipenuhi dengan
teman-temannya yang pintar, terutama temannya yang tak pernah absen untuk
mengingatkannya. Semua berawal dari Alisha yang malas mengerjakan tugas-tugasnya,
berakhirlah dengan Kyla suruhan gurunya. Alisha selalu menggerutu dan mengabaikan
perintah Kyla. Alisha mulai pusing melihat Kyla selalu menegurnya, melepas itu semua
Alisha mulai melaksanakan apa yang Kyla katakan sedikit demi sedikit.
Alisha pun dulu pernah berpikiran bahwa gurunya salah memasukkan dirinya ke
kelas A. Pikir Alisha tak mungkin ia bisa masuk kelas yang isinya anak pintar dan yang pasti
ambis semua, sedangkan ia hanya seorang siswi yang tingkat malasnya sangat tinggi. Ia
juga berpikir bahwa tak mungkin ia dapat bersaing dengan teman-temannya ini apalagi
Queena siswa terpintar yang selalu memborong piala kejuaraan. Tapi berkat dukungan dari
Sang Ibu dan dorongan paksa dari Kyla, ia semakin giat belajar dan bersaing di dunia
pendidikannya. Walaupun diawal-awal rangkingnya sempat turun, tapi itu semua tidak
membuatnya putus asa, melainkan membuat ia semakin semangat mengejar impiannya.
“Aku sih pingin di Universitas Negeri Malang” ucap Alisha
“Emang mau daftar dijurusan apa?” tanya Kyla
“Pengen masuk jurusan matematika, tapi aku aja kadang pusing lihat soal-soal
matematika, kira-kira aku diterima gak ya?” tanya Alisha
“Enggak ada yang enggak mungkin di dunia ini yang penting kamu harus berusaha
dan berdoa, jangan mudah putus asa juga supaya yang kita inginkan tercapai,” ucap Kyla
dengan bijak. Tak ada lelah-lelahnya temannya ini mengingatkan Alisha setiap hari.
“Iya Kyla terima kasih udah selalu mengingatkan Alisha,” ucap Alisha. Yang
kemudian dibalas senyuman dan anggukan dari Kyla.
Hanya soal waktu yang menjawab. Alisha semakin semangat pendidikannya, Kyla
berkutat dengan dunia pun mulai absen untuk mengingatkannya. Ujian Nasional tak terasa
telah berlalu Alisha hanya pasrah dan bergantung pada usahanya selama ini.
Alisha menutup mulutnya tak percaya saat melihat pengumuman di mading sekolah.
Ya, namanya berada diurutan ke-2 teratas di antara teman-teman seangkatannya. Itu

merupakan suatu keberhasilan yang luar biasa menurutnya. Ia tak pernah menyangka
sebelumnya kalau ia bisa masuk 3 besar di ujian nasional ini.
“Wahhh, si pemalas akhirnya keluar dari sarangnya,” ledek Kyla
“Apaan sih La!” balas Alisha.
“Bercanda, selamat ya Sha atas prestasinya,” ucap Kyla sambil tersenyum dan
mengulurkan tangan pada Alisha. Alisha pun menerima uluran tangan tersebut sambil
mengucapkan terima kasih pada Kyla.
Semangat Alish semakin membara ketika ia melihat namanya terpampang jelas di
blog universitas impiannya. Ia diterima di universitas yang ia impikan selama ini, Universitas
Negeri Malang. Tak sia-sia usahanya selama ini, berkat kerja kerasnya dan dorongan dari
orang-orang terdekatnya selama ini satu persatu list yang ia tulis di sticky note nya terwujud.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *